Outlook The Fed dinilai Negatif oleh Pasar Obligasi

14 Jun 2024

Updates

Outlook The Fed dinilai Negatif oleh Pasar Obligasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan pelemahan sebesar -0,27% dan ditutup di level 6,831 pada perdagangan hari Kamis (13/06). Sektor yang mengalami pelemahan terbesar yaitu sektor industri dasar -0.73%, dan sektor Properti -0.23%.

Yang menarik, investor asing membukukan beli bersih kembali (net buy) dalam dua pekan terakhir, sebesar Rp 3 triliun.

Saat ini kekhawatiran pelaku pasar tertuju pada sisi makro (pelemahan Rupiah dan postur APBN di 2025. Yang di prediksi defisit akan melebar hingga mendekati 3%. Sementara dari update riset, Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya 4,9% menjadi 5% pada tahun 2024 ini. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan solid karena ditopang pertumbuhan kelas menengah dan kebijakan ekonomi yang cenderung prudent.

Wall Street pada hari Rabu (12/06) bergerak mayoritas menguat. Dow Jones melemah -0.17%, S&P 500 naik +0.23% dan Nasdaq terapresiasi +0.34%.  

Market saat ini sedang berhitung untuk peluang The Fed cut rate di sisa tahun ini. Ekspektasi dua kali hingga akhir tahun 2024. Dimana, Inflasi grosir secara tak terduga turun sebesar 0,2% pada bulan lalu, sementara ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan inflasi akan meningkat sebesar 0,1%. Hal ini mengikuti pembacaan indeks harga konsumen yang datar secara bulanan di bulan Mei.

Kinerja reksadana secara harian mayoritas bergerak mixed. Reksa dana saham turun 0.17%, campuran melemah 0.07%, pendapatan tetap naik 0.04%, dan pasar uang naik tipis 0.02%.

Kinerja reksa dana terlihat masih mengalami tekanan beruntun, seperti riset kami di awal pekan ini, stance policy masih akan terfokus pada kemungkinan Fed Rate cut di sisa tahun 2024. Namun terpenting juga ialah, menjaga nilai tukar Rupiah. Yang menarik, pasar obligasi di Indonesia pada (13/06) tidak merespon view The Fed dan justru tenor Panjang mengalami pelemahan, hal ini menjawab, bahwa market akan expect The Fed tidak akan menurunkan suku bunga di 2024, dan cut rate satu kali di nilai masih kurang. View kami, kinerja Reksa Dana masih akan tertekan di akhir pekan ini.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Alamat Baru Invesnow

Sequis Tower Lt. 18 Unit 2A, 3, dan 5A
Jl. Jend. Sudirman No. 71
Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru
Jakarta 12190
telp: 021 - 50924098

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima