Inflasi AS Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir. RDS dan RDPT Diuntungkan

15 Nov 2023

Updates

Inflasi AS Terendah Dalam Tiga Bulan Terakhir. RDS dan RDPT Diuntungkan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan penguatan sebesar +0,35% dan ditutup di level 6,862 pada hari Selasa (14/11). Menguatnya IHSG dikarenakan tiga sektor yang mengalami rally terbesar, yakni sektor transportasi +1,36%, sektor kesehatan +1,21%, dan sektor teknologi +0,65%. Saat ini IHSG masih ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,28x serta Price Book Value (PBV) sebesar 1,86x. Walau IHSG mengalami penguatan namun IHSG mencatatkan outflow, dimana foreign investor membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 113 miliar. Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 16,41 triliun. Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) masih akan melakukan pengetatan kebijakan moneter (quantitative tightening) hingga tahun 2024. Federal Reserve diperkirakan baru akan menurunkan suku bunga acuan pada semester II-2024. Namun suku bunga acuan Federal Reserve masih akan dinaikan satu kali lagi pada akhir tahun 2023 dari 5,5% menjadi 5,75%. Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan hari Selasa (14/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) lanjutkan penguatan sebesar +1,43% ke level 34,827. Indeks S&P 500 juga bertambah +1,91% ke level 4,495 dan indeks Nasdaq Composite juga bullish sebesar +2,37% ke level 14,094. Tingkat inflasi yang yang berangsur turun pada Oktober 2023 (Act: +3.2%, Prev: +3.7%). dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, memberikan tanda harapan tekanan inflasi mulai mereda dan The Fed mulai berpikir untuk menahan suku bunga sejauh mungkin atau (cut rate di pertengahan tahun depan). Sementara itu, Nonfarm payrolls (NFP) pada Oktober hanya meningkat sebesar 150.000. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja akhirnya menunjukkan tanda-tanda mereka bereaksi terhadap upaya Fed untuk memperbaiki ketidakseimbangan pasokan-permintaan, yang telah menjadi faktor penyebab inflasi. Kinerja reksadana secara harian bergerak cenderung menguat. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,09%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut bertambah +0,04%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan tetap mencatatkan koreksi tipis -0,05%. Pergerakan dari kinerja selama sepekan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kembali naikknya IHSG membuat kienrja reksadana saham dan campuran bertahan di positif. Selain itu turunnya tingkat inflasi Amerika Serikat yang dibawah ekspektasi pasar tentunya menjadi sentiment positif pagi pasar finansial. Jebloknya indeks dollar (DXY) kelevel 104,14 membuat Wall Streat berpesta pora. Dan hal ini juga akan berimbas kepada pasar saham dalam negeri yang selama ini di tinggalkan oleh investor asing. Maka RDS dan RDC bersiap menujukkan kinerja terbaik hinggak akhir tahun. #InvesNowCuanLater #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima