Rupiah Terus Melemah, Begini Dampaknya Terhadap IHSG

19 Jun 2024

Updates

Rupiah Terus Melemah, Begini Dampaknya Terhadap IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan mencatatkan pelemahan sebesar -2,36% dan ditutup di level 6,734 pada perdagangan hari Jumat (14/06). Sektor yang mengalami pelemahan terbesar yaitu sektor teknologi -5.32%, industri -4.89% dan sektor consumer cyclicals -3.84%.

Meskipun IHSG mengalami pelemahan, foreign investor secara mingguan mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yaitu senilai Rp 34 miliar. Sehingga posisi YTD (year to date) investor asing net sell dengan total senilai Rp 8,54 triliun.

PricewaterhouseCoopers (PwC) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 5,2%, yang didorong terutama oleh konsumsi domestik dan investasi. Menurut PwC, konsumsi domestik akan tetap menjadi faktor utama yang menyumbang 57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, seperti yang terjadi pada tahun 2023. Proyeksi ini diperkuat oleh kenaikan gaji sebesar 8% untuk 3,7 juta pegawai negeri serta peningkatan belanja terkait kegiatan pemilu, yang diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi tersebut.

Wall Street pada hari Selasa (18/06) bergerak menguat. Dow Jones bergerak menguat +0,15%, sedangkan S&P bergerak menguat +0,25%, dan Nasdaq bergerak flat +0,03%.

Menurut laporan CNBC, Indeks S&P 500 mencapai rekor baru karena saham Nvidia melanjutkan kenaikan mereka ke level tertinggi baru, menjadikannya perusahaan publik dengan nilai tertinggi, mengungguli Microsoft. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS turun pada hari Selasa setelah data penjualan ritel bulan Mei yang lemah meningkatkan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi. Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun turun sebesar 6 basis poin menjadi 4,215%, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun turun lebih dari 5 basis poin menjadi 4,708%.

Kinerja reksadana secara mingguan mayoritas bergerak melemah. Reksa dana saham yang bergerak melemah sebesar -3,87%. Reksa dana campuran yang bergerak melemah sebesar -2,93%, sementara itu reksa dana pasar uang terapresiasi sebesar +0,09% dan terakhir reksa dana pendapatan tetap juga bergerak melemah -0,32%.

IHSG sudah mencapai support di level 6700, dimana IHSG berpotensi untuk bergerak sideways dengan range 6700-6750. Posisi investor asing dalam satu tahun mencatatkan net sell sebesar 24 triliun di pasar regular.  Saat ini beberapa reksa dana saham secara ytd sudah ada yang mengalami koreksi lebih dari 10%, investor dapat memanfaatkan hal ini untuk buy on weakness di reksa dana saham dengan memperhatikan top holding masing-masing reksa dana saham. 


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Alamat Baru Invesnow

Sequis Tower Lt. 18 Unit 2A, 3, dan 5A
Jl. Jend. Sudirman No. 71
Kel. Senayan, Kec. Kebayoran Baru
Jakarta 12190
telp: 021 - 50924098

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima