18 Dec 2023
Updates
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan tercatat menguat sebesar +0,44% dan ditutup di level 7,190 diakhir pekan hari Jumat (15/12). Sektor yang mengalami penguatan terbesar, yaitu sektor finansial +3,35%, sektor property dan real estate +0,19% serta sektor energi +2,48%. Saat ini IHSG masih relatif memiliki valuasi yang menarik dibanding dengan negara lainnya, dimana nilai Price Earning to Ratio (PER) bernilai 12,68x dan Price to Book Value (PBV) bernilai 1,88x.
Sejalan dengan penguatan IHSG posisi foreign investor kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 341 miliar selama sepekan (11 s.d 14 Desember 2023). Namun secara Year to Date (YTD) investor asing masih mencatatkan posisi net sell dengan total senilai Rp 10,5 triliun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut pada November 2023 sebesar 2,41 miliar dolar AS, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Oktober 2023 sebesar 3,47 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang perkembangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.
Wall Street ditutup relatif menguat pada perdagangan diakhir pekan, hari Jumat (15/12). Dimana Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat sebesar +0,15% ke level 37,305. Indeks S&P 500 terkoreksi tipis -0,01% ke level 4,719 dan indeks Nasdaq Composite masih lanjutkan trend penguatan +0,35% ke level 14,813.
Pekan ini perhatian pelaku pasar akan terfokus pada data ekonomi penting, seperti di Amerika Serikat, pekan ini akan dirilis data Personal Spending dan Income, GDP Growth Rate serta Core PCE Price Index. Di Kawasan Eropa akan diumumkan data tingkat inflasi. Selain itu, BoJ juga akan merilis Keputusan tingkat suku bunga serta data perdagangan luar negeri pada pekan ini. Diikuti oleh Bank Indonesia yang juga akan mengumumkan arah suku bunga.
Kinerja reksadana secara mingguan bergerak kembali kompak menguat pada perdagangan hari Jumat (15/12). Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,38%, diikuti reksadana campuran yang juga bertambah +0,18%, sementara itu reksadana pasar uang terapresiasi sebesar +0,09% dan terakhir reksadana pendapatan tetap kembali bullish sebesar +0,14%.
Dengan melihat pergerakan dana investor asing yang selama 2 hari terakhir mencatatkan Net Buy yang sangat signifikan yaitu sekitar Rp 6 triliun serta ditopang oleh sektor finansial serta properti maka kinerja reksadana saham berpeluang kembali menguat pada pekan ketiga Desember 2023. Selain itu, pergerakan yield UST 10Y terkoresi cukup signifikan yang finish dilevel area 3,915% pada akhir pekan lalu juga membuat kinerja reksadana pendapatan tetap masih memiliki opportunity return yang baik. Dengan kondusif situasi market seperti saat ini investor reksadana Invesnow diharapkan menggunakan tactical asset allocation guna menentukan entry level dan exit level yang tepat guna mendapatkan return terbaik.
#InvesNowCuanLater #BigDreamStartNow
Disclaimer
Data-data di atas merupakan informasi
terkait Reksa Dana dan bukan ajakan atau suruhan dalam
membeli/menjual produk investasi tertentu. Keputusan beli/jual
terhadap instrumen investasi sepenuhnya dipegang oleh investor itu sendiri.
Latest News
28 Jul 2025
Updates
08 Jul 2025
Updates
07 Jul 2025
Updates

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?
Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang
COMPANY
SUPPORT
Newsletter
Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.