Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5.3%. TIngkat Inflasi AS 3.2%

11 Agu 2023

Updates

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5.3%. TIngkat Inflasi AS 3.2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan penguatan sebesar +0.26% ke level 6,893 pada perdagangan hari Kamis (10/08). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami kenaikkan terbesar, yakni sektor energi sebesar +1,51%, sektor transportasi dan logistik +0,81% dan sektor teknologi +0,69%. Saat ini IHSG masih ditradingkan dengan valuasi yang masih relatif menarik, yakni di Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,68x dengan nilai Market Price Book Value (PBV) sebesar 2,01x.

 

Investor asing membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 17,9 triliun pada perdagangan hari Kamis (10/08). Sehingga secara YTD transaksi investor asing tercatat dengan total pembelian bersih (Net Buy) senilai Rp 7,31 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi tetap kuat dan solid pada semester dua tahun ini. Diprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 5,3%. Adapun pertumbuhan ekonomi akan ditopang dari beberapa indikator seperti purchasing manager index (PMI), indeks keyakinan konsumen, dan kredit perbankan yang masih tumbuh kuat hingga kini.

 

Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan hari Kamis (10/08). Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar +0,15% ke level 35,176. Indeks S&P 500 naik +0,03% ke level 4,469 dan indeks Nasdaq Composite bertambah sebesar +0,12% ke level 13,738. Kenaikkan Wall Street dipengaruhi oleh tingkat inflasi AS yang ternyata lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar. Dimana tingkat inflasi tahunan di AS meningkat menjadi 3,2% pada Juli 2023 dari 3% pada Juni, tetapi di bawah perkiraan 3,3%. Ini menandai penghentian penurunan selama 12 bulan berturut-turut, karena efek dari kebijakan quantitative tightening. Setahun sebelumnya, inflasi mulai turun dari puncaknya di 9,1%.

 

Kinerja reksadana secara harian ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis (10/08), seperti jenis reksadana saham yang tidak kemana-mana alias sideways +0,00%, diikuti reksadana campuran yang terkoreksi tipis sebesar -0,01%, sementara itu reksadana pasar uang menguat sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan mengalami penguatan yang cukup impresif sebesar +0,05%.

 

Kinerja reksadana pada hari Kamis (10/08) ditopang oleh fundamental ekonomi makro Indonesia yang masih solid, inflasi yang berada dilevel bank Indonesia, suku bunga yang sudah berada di posisi puncak dan nilai tukar yang relatif stabil diyakini masih akan mendukung kinerja reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap, agar pasar finansial Indonesia tetap menarik ke depannya. Jika melihat rencana The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya, maka Bank Indonesia (BI) mungkin baru akan memangkas suku bunga acuan di awal 2024. Dan jika hal ini terjadi, maka potensi rally yang terjadi di pasar obligasi bisa dilihat sebagai opportunity yang menarik.

 

 

#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima