Merespon Penurunan Yield Obligasi. Kinerja RDS dan RDPT Kompak Menguat

16 Nov 2023

Updates

Merespon Penurunan Yield Obligasi. Kinerja RDS dan RDPT Kompak Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan penguatan sebesar +1,40% dan ditutup di level 6,958 pada (15/11). Ini adalah kenaikan terbaik IHSG di bulan November-23 dalam tiga hari berturut-turut dan mendekat ke level krusial 7,000 kembali. IHSG pun menjauh dari MA200 (6,792). Sektor yang menopang kenaikan IHSG ialah: sektor Infrastruktur +3.6%. Saat ini, IHSG memiliki valuasi P/E ratio di 13.3x, dan masih dibawah average 1yr di P/E 13.5x. 


Market merespon penurunan Yield di US seketika setelah hasil data inflasi AS yang melunak, Yield obligasi Indonesia kembali mendekat ke MA200 di (6,732%). Jika berhasil ditradingkan di bawah 6.732%, terbuka peluang Yield ID-10yr akan mencoba mendekat ke level 6.500% hingga akhir tahun ini. (harap diketahui, IHSG saat ini memiliki korelasi negatif dengan Yield ID10yr, jika Yield turun maka IHSG naik, dan sebaliknya). 


Di sisil lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Oktober 2023 mengalami surplus sebesar US$ 3,48 miliar. Surplus neraca perdagangan Oktober naik tipis 0,07% dibandingkan September 2023 sebesar US$ 3,41 miliar. 


Wall Street kembali ditutup kompak menguat pada perdagangan hari Rabu (15/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) lanjutkan penguatan sebesar +0,47% ke level 34,991. Indeks S&P 500 juga bertambah +0,16% ke level 4,502 dan indeks Nasdaq Composite juga bullish sebesar +0,07% ke level 14,103.


Imbal hasil Treasury 10-tahun AS bertahan di 4,45% pada hari Kamis (15/11), diamana level ini merupakan level terendah dalam tujuh minggu terakhir, setelah turun sebanyak 20bps pada hari sebelumnya, karena data inflasi AS berada dibawah ekspektasi pelaku pasar memperkuat market ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan tingkat suku bunga dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan dari Asia, PDB Jepang menurun sebesar -0,5% (QoQ) di Q3 tahun 2023, lebih rendah dari perkiraan pasar yang memperkirakan penurunan di level 0,1%.


Kinerja reksadana secara harian kompak bergerak menguat. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +1,47%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut bertambah +0,84%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan tetap rally sebanyak +0,42%. 


Pergerakan dari kinerja selama sepekan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu terjaganya trend kenaikkan IHSG membuat kinerja RDS dan RDC kembali bertumbuh. Angka inflasi AS yang dibawah ekspektasi membuat yield SBN Indonesia 10 tahun bergerak turun kelevel 6,90% membuat kinerja RDPT mendapat peluang untuk membaik setelah selama beberapa hari tertekan. 


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima