Market Menunggu Rapat The Fed di Pekan Ini

18 Sep 2023

Updates

Market Menunggu Rapat The Fed di Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mencatatkan penguatan sebesar +0,84% dan ditutup ke level 6,982 pada perdagangan hari Jumat (15/09). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami penguatan terbesar, yakni sektor dasar sebesar +6,00%, lalu sektor energi sebesar +1,90% serta sektor non-siklikal sebesar +1,12%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 14,10x dan nilai Market Price Book Value (PBV) sebesar 1,91x.

 

Investor asing membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 1,35 triliun pada perdagangan diakhir pekan (15/09). Jadi secara YTD transaksi investor asing tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 4,10 triliun.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2023 mencatat surplus sebesar 3,12 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada Juli 2023 sebesar 1,29 miliar dolar AS. Selain itu, Posisi ULN Indonesia pada bulan Juli 2023 tercatat sebesar 396,4 miliar dolar AS atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,9% (yoy), melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,5% (yoy).

 

Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan akhir pekan dihari Jumat (15/09). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebesar -0,83% ke level 34,618. Indeks S&P 500 juga ikut tertekan cukup dalam sebesar -1,12% ke level 4,450. Dan indeks Nasdaq Composite juga melemah sebesar -1,56% ke level 13,708.

 

Minggu ini, lanskap keuangan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu ini. Selain itu akan ada juga data makroekonomi pentingn lainnya yang menjadi fokus investor. Perkiraan pasar menunjukkan bahwa suku bunga tidak akan berubah pada level saat ini yaitu rentang 5,25%-5,5%, yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2001. Selain itu negara seperti: Selain itu, bank sentral di Inggris, Jepang, Tiongkok, Brasil, Indonesia, Negara Eropa dan Asia lainnuya juga akan mempertimbangkan arah kebijakan moneter mereka pada pekan ini.

 

Kinerja reksadana secara mingguan ditutup relatif menguat pada perdagangan selama sepekan, seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan cukup impresif sebesar +0,99%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut menguat sebesar +1,40%, sementara itu reksadana pasar uang menguat sebesar +0,08% dan terakhir reksadana pendapatan masih tertekan sebesar -0,29%.

 

Kinerja reksadana selama sepekan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: Tingkat inflasi (Inflation Rate) tahunan di AS meningkat selama dua bulan berturut-turut menjadi 3,7% di bulan Agustus. Selain itu dari sisi domestik sektor dasar dan sektor energi yang really cukup menopang penguatan IHSG. Dengan masih cukup baiknya perkembangan ekonomi Indonesia menjadi modal yang sangat bagus untuk mengundang dana inflow untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Dengan begitu para investor untuk tetap keep update market dalam penerapan asset allocation pada pekan ini.

 

#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima