Market Menunggu Data Inflasi Domestik, Trend IHSG Masih Bearish

1 Nov 2023

Updates

Market Menunggu Data Inflasi Domestik, Trend IHSG Masih Bearish

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan penguatan sebesar +0,24% dan ditutup di level 6,752 pada hari Selasa (31/10). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami penguatan terbesar, yakni sektor teknologi +2,00%, lalu sektor infrastruktur +1,87% serta sektor properti dan real estate +0,86%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,19x serta Price Book Value (PBV) sebesar 1,98x.


Walau IHSG menguat, namun outflow dari investor asing terus terjadi, dimana foreign investor membukukan penjualan bersih bersih (Net Sell) sebesar Rp 1,36 triliun pada hari Selasa (31/10). Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 13,34 triliun.


Hari ini (01/11) akan dirilis data inflasi domestik untuk bulan Oktober, diprediksi angkanya akan berada di 2.6% (vs +2.28%/Sep-23), atau ada kenaikan +0.15% secara MoM, kenaikan inflasi sendiri cukup masuk akal mengingat adanya kenaikan harga- energi dunia dan barang pokok domestik.


Wall Street kembali ditutup kompak menguat perdagangan hari Selasa (31/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat sebesar +0,38% ke level 33,052. Indeks S&P 500 juga ikut rally +0,65% ke level 4,193 dan indeks Nasdaq Composite juga bertambah sebesar +0,48% ke level 12,851.


PMI Manufaktur Umum Caixin Tiongkok secara tak terduga turun menjadi 49,5 pada bulan Oktober 3023 dari 50,6 pada bulan sebelumnya, meleset dari perkiraan pasar sebesar 50,8. Penurunan ini merupakan penurunan aktivitas pabrik pertama sejak bulan Juli. Sementara itu, Minyak mentah berjangka WTI memangkas kenaikan awal dan turun di bawah $81,5 per barel pada hari Selasa (31/10), memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya hingga mendekati level terendah sejak akhir Agustus.


Kinerja reksadana secara harian ditutup menguat. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,37%, diikuti reksadana campuran yang juga naik +0,45%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan tetap yang lanjutkan penguatan tipis sebesar +0,01%. 


Pergerakan dari kinerja Reksadana hari Selasa (31/10) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu bertahannya di zona ekspansi PMI Manufaktur serta menguatnya IHSG menjelang akhir penutupan perdangangan yang disebabkan oleh naikknya sektor teknologi dan infrastruktur ikut mendorong kinerja reksadana saham dan campuran membaik. Namun yang perlu investor ketahui adalah walau IHSG menguat namun foreign investor mencatatkan net sell yan cukup besar. Sementara itu pelaku pasar juga masih menanti keputusan kebijakan The Fed dalam pekan ini (02/11).


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima