Makro Domestik Solid, Risk Averse Meningkat Akibat Konflik Rusia

2 Jun 2023

Updates

Makro Domestik Solid, Risk Averse Meningkat Akibat Konflik Rusia

Secara harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mencatatkan penguatan sebesar +0.38% ke level 6,664. Penguatan IHSG didorong oleh dua sektor yang mengalami penguatan terbesar, yaitu sektor finansial +0,61% serta sektor infrastruktur sebesar +0,33%. Saat ini IHSG masih ditradingkan dengan valuasi relatif menarik, yakni di Price Earning Ratio (PER) 13,08x dengan nilai Market Price Book Value (PBV) 1,69x. Investor asing akhirnya membukukan pembelian bersih (Net Buy)  sebesar Rp 113 miliar pada perdagangan Senin (26/06). Sehingga secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total pembelian bersih senilai (Net Buy) Rp 16,12 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) surplus sebesar Rp 204,3 triliun hingga Mei 2023. Nilai surplus APBN pada Mei 2023 lebih tinggi bila dibandingkan dengan surplus APBN pada Mei 2022 yang tercatat sebesar Rp132,24 triliun atau sekitar 0,74% dari PDB.

Dari pasar global, Wall Street kembali kompak ditutup melemah pada perdagangan hari Senin (26/06). Indeks Dow Jones Industrial Average melemah tipis sebesar -0,04% ke 33,714. Indeks S&P 500 juga melemah sebesar -0,45% ke level 4,328 dan Indeks Nasdaq Composite juga ikut melemah cukup signifikan sebesar -1,16% ke 13,335. Investor Amerika Serikat (AS) melihat data ekonomi berikutnya dan bersiap untuk akhir Juni dan kuartal II-2023, seperti data perdagangan yang mencakup penjualan rumah, barang tahan lama, dan kepercayaan konsumen. Selain itu, investor hati-hati bertaruh pada aset berisiko sebelum melihat hasil pemberontakan di Rusia yang dibatalkan. Pemberontakan oleh tentara bayaran Rusia menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Presiden Vladimir Putin.

Bagaimana dengan view reksadana?

Kinerja reksadana secara mingguan rata-rata mengalami penguatan sejalan dengan penguatan IHSG, seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,35%, diikuti reksadana campuran yang juga menguat sebesar +0,24%, kemudian disusul reksadana pasar uang yang menguat sebesar +0,03% dan terakhir reksadana pendapatan juga ikut menguat sebesar +0,03%. Secara keseluruhan, kinerja reksadana masih dalam tekanan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, 1). Investor asing masih membukukan outflow, terlihat Net Sell (All Market) sebesar Rp -1,04 triliun. 2). Meningkat-nya potensi ketidakpastian di pasar, pasca FOMC Meeting pekan sebelumnya, Gubernur The Fed memberikan testimoni terbaru di pekan ini yang mengindikasikan keyakinannya terhadap FFR harus dilakukan kenaikan berikutnya pada FOMC Meetings bulan Juli. Dengan meningkatnya risk averse maka disinyalir investor akan mencoba menempatkan bobot investasi di RDPU dan wait and see untuk kembali masuk ke RDC dan RDPT, diversifikasi investasi merupakan pilihan yang tepat untuk saat ini. 

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2023 PT Invesnow Principal Optima