Investor Menunggu Data Inflasi AS, Kinerja IHSG Terdorong Sektor Keuangan

12 Sep 2023

Updates

Investor Menunggu Data Inflasi AS, Kinerja IHSG Terdorong Sektor Keuangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama harian mencatatkan penguatan sebesar +0,56% ke level 6,963 pada perdagangan hari Senin (11/09). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami penguatan terbesar, yakni sektor kesehatan sebesar +2,51%, lalu sektor konsumen non-siklikal +1,38% serta sektor material dasar +1,29%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 14,30x dan nilai Market Price Book Value (PBV) sebesar 1,90x.


Investor asing membukukan pembelian bersih (Net Buy) sebesar Rp 891 miliar pada perdagangan hari Senin (11/09). Jadi secara YTD transaksi investor asing tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 1,39 triliun.


Bank Indonesia mencatat bahwa penjualan ritel di Indonesia tumbuh +1,6% YoY pada Juli 2023 (vs. Juni 2023: +7,9% YoY). Penjualan ritel diprakirakan tumbuh +1,3% YoY pada Agustus 2023. Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2023 tetap tinggi sebesar 137,1 miliar dolar AS, meski sedikit menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2023 sebesar 137,7 miliar dolar AS.


Wall Street ditutup kembali kompak menguat pada perdagangan hari Senin (11/09). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar +0,25% ke level 34,664. Indeks S&P 500 naik +0,67% ke level 4,487, dan indeks Nasdaq Composite bertambah +1,14% ke level 13,918.


Market akan menunggu data inflasi AS yang akan dirilis pada (13/09), konsensus pasar menilai inflasi inti akan lebih rendah dari bulan lalu (Juli), namun hal yang berbeda justru ditunjukkan untuk angka Inflasi tahunan AS yang diprediksi akan berada di level 0.6% di bulan (Agustus) dari sebelumnya sebesar 0.2%. 


Kinerja reksadana secara harian ditutup cenderung menguat pada perdagangan hari Senin (11/09), seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,61%, diikuti reksadana campuran +0,58%, sementara itu reksadana pasar uang naik tipis +0,03% dan terakhir reksadana pendapatan tetap mengalami koreksi tipis sebesar -0,06%. 


Kinerja reksadana pada hari Senin (11/09) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni: katalis positif yang didorong oleh sektor kesehatan dan material dasar yang membuat IHSG menguat. Di sisi lain sektor keuangan juga positif, terutama ekspektasi pelaku pasar yang melihat kenaikan pertumbuhan kredit akan terjadi di kuartal-III tahun ini, dan akan membawa kinerja bank-bank lebih solid kedepan. Hal ini membuat Reksadana Campuran dan Reksadana Saham mencatatatkan penguatan. 


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima