Investor Asing Tekan IHSG, Yield SUN Diprediksi Stabil

20 Jun 2023

Updates

Investor Asing Tekan IHSG, Yield SUN Diprediksi Stabil

Secara harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sebesar -0,19% ke level 6,686. Pelemahan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami tekanan terbesar, yaitu sektor teknologi sebesar -1,07%, sektor kesehatan sebesar -0,49% dan sektor energi sebesar -0,28%. Saat ini IHSG masih ditradingkan dengan valuasi relatif menarik, yakni di Price Earning Ratio (PER) 13,23x dengan nilai Market Price Book Value (PBV) 1,72x. Investor asing kembali membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 408 miliar pada perdagangan Senin (19/06). Namun, secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total pembelian bersih senilai (Net Buy) Rp 19,96 triliun.  Tekanan yang terjadi pada pasar modal Indonesia, dikarenakan aksi jual investor asing yang belum kunjung mereda. Saham yang paling banyak dijual investor asing adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 130,5 miliar, Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) banyak dilego asing sebesar Rp 88,9 miliar dan saham PT GoTo Gojeke Tokopedia Tbk (GOTO) juga banyak dilepas asing Rp 54,5 miliar. Dari pasar global, Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan hari Senin (19/06). Indeks Dow Jones Industrial Average melemah -0,32% ke 34,299. Indeks S&P 500 kehilangan -0,37% di level 4,409 dan Indeks Nasdaq Composite juga ikut turun -0,68% ke 13,689. Bank Sentral China (PBOC) memangkas suku bunga acuannya dari 3.65% ke 3.55% pada (20/06) dalam 10 bulan terakhir untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi China kedepan. Sementara pasar modal Asia Pasifik sebagian besar jatuh pada awal perdagangan Senin (19/6), dengan pasar saham Jepang masih melemah di dekat level tertinggi 33 tahun. Dimana investor menunggu keputusan suku bunga Tiongkok besok hari.
Bagaimana dengan view Reksadana?
Kinerja reksadana harian secara rata-rata mengalami tekanan, seperti jenis reksadana saham yang mengalami pelemahan sebesar -0,32%, diikuti reksadana campuran yang juga melemah sebesar -0,17%, kemudian reksadana pasar uang bertambah +0,03% dan terakhir reksadana pendapatan juga melemah sebesar -0,06%. Para pelaku pasar dalam negeri memprediksi bahwa pekan ini imbal hasil atau yield SUN  10 tahun diprediksi stabil. Alasannya, para pelaku pasar mengekspektasikan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI7DRR di level 5,75%. Perkiraan yield 10 SUN juga berkorelasi dengan kemampuan BI meyakinkan investor dana asing akan kembali masuk pasar SBN. Karena dengan banyaknya capital inflow, yield SUN 10 tahun turun di bawah 6,2%. Tim riset Invesnow melihat kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia saat ini tidak perlu menaikkan tingkat suku bunga acuan karena inflasi Indonesia masih terjaga. 

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima