Inflow ke SBN Terus Bertambah. Kinerja RDPT Berpeluang Rebound

9 Nov 2023

Updates

Inflow ke SBN Terus Bertambah. Kinerja RDPT Berpeluang Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian kembali mencatatkan pelemahan sebesar -0,58% dan ditutup di level 6,804 pada hari Rabu (08/11). Koreksinya IHSG ditekan oleh tiga sektor yang mengalami pelemahan terbesar, yakni sektor material dasar -1,55%, sektor energi -1,45%, sektor transpotasi dan logistik -0,55%. Saat ini IHSG masih ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,04x serta Price Book Value (PBV) sebesar 1,82x.


IHSG masih tercatat outflow, dimana foreign investor membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 728 miliar. Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 15,02 triliun.


Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah khususnya dengan menjaga arus modal di pasar keuangan domestik. Saat ini BI menggunakan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen untuk memperkuat pendalaman pasar uang, mendukung menarik aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio, serta optimalisasi aset Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki BI. Kepemilikan asing di SRBI telah mencapai Rp 16,98 triliun, dari total outstanding SRBI sebesar Rp 144,31 triliun per 6 November 2023. 


Wall Street ditutup cenderung masih menguat pada perdagangan hari Rabu (08/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah sebesar -0,12% ke level 34,112. Indeks S&P 500 menguat +0,10% ke level 4,382 dan indeks Nasdaq Composite juga bertambah sebesar +0,08% ke level 13,650.


Mayoritas perusahaan-perusahaan besar AS telah melampaui perkiraan sejauh ini pada musim pelaporan Q3. Namun ada faktor lain yang jauh lebih berpengaruh dalam mendorong perubahan besar pasar saham sejak musim ini, yakni pasar obligasi. Dimana Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS alias US Treasury turun pada Selasa (7/11). Sebelumnya, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun menjadi 4,56% dari 4,66% pada akhir Selasa (07/11).


Kinerja reksadana secara harian pada hari Rabu (08/11) cenderung melemah. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami pelemahan sebesar -0,73%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut terkoreksi -0,70%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan tetap terkoreksi tipis sebesar -0,01%. 


Pergerakan dari kinerja selama sepekan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tekanan net sell dari foreign investor masih menekan kinerja reksadana saham dan campuran secara keseluruhan. Dengan sudah dua hari beruntun IHSG terkoreksi, maka investor diharapkan untuk wait and see jika ingin masuk ke reksadana saham maupun campuran. Untuk reksadana pendapatan tetap, setelah mengalami rally yang cukup banyak selama dua minggu, maka diprakirakan selama sepakan kedepan yield SBN 10Y akan koreksi sehat terlebih dahulu dengan menguji level terdekat di 6,877%. 


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima