Inflasi Terkendali AS, Saham Berpotensi Rally

17 Jul 2023

Updates

Inflasi Terkendali AS, Saham Berpotensi Rally

Dalam sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan sangat impresif sebesar +2.28% ke level 6,869. Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami kenaikan terbesar, yakni sektor kesehatan +6,00%, sektor teknologi sebesar +4,26% dan sektor property sebesar +3,67%. Saat ini IHSG masih ditradingkan dengan valuasi yang masih relatif menarik, yakni di Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,62x dengan nilai Market Price Book Value (PBV) sebesar 1,89x.

 

 

Investor asing diakhir pekan kembali membukukan pembelian bersih (Net Buy) sebesar Rp 622 miliar pada perdagangan Jumat (14/07). Sehingga secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total pembelian bersih senilai (Net Buy) Rp 18,02 triliun.

 

 

Selama pekan kedua Juli 2023 data aliran dana asing adalah nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp7,10 triliun terdiri dari beli neto Rp6,54 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp0,56 triliun di pasar saham. Selama tahun 2023, berdasarkan data setelmen s.d. 13 Juli 2023, nonresiden beli neto Rp81,21 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp14,59 triliun di pasar saham.

 

 

Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan diakhir pekan, hari Jumat (13/07). Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar +0,33% ke level 34,509. Sedangkan indeks S&P 500 melemah sebesar -0,10% ke level 4,505 dan Indeks Nasdaq Composite juga iktu melemah sebesar -0,18% ke level 14,113.

 

 

Amerika Serikat mencatatkan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) dilevel 3% secara YoY pada Juni 2023. Level inflasi ini menandai level terendah sejak bulan Maret 2021, sekaligus lebih rendah dari ekspektasi pelaku yang memperkirakan inflasi sebesar 3,1% YoY.

 

 

 

Disisi lain, angka Non-Farm Payroll yang merupakan tingkat ketenagakerjaan (diluar sektor pertanian) bertambah sebanyak 209 ribu pada Juni 2023. Dan Tingkat pengangguran di AS turun ke level 3,6% pada Juni 2023. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja berada di level 62,6%, (tidak berubah dalam 4 bulan terakhir) sekaligus menandai level tertinggi sejak pandemi.

 

Kinerja reksadana secara mingguan kompak bergerak menguat, seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan yang solid sebesar +1,17%, diikuti reksadana campuran yang juga menguat sebesar +0,71%, sementara itu reksadana pasar uang menguat sebesar +0,09% dan terakhir reksadana pendapatan juga menguat sebesar +0,25%.

 

Walau Inflasi AS sudah turun ke level 3%, namun The Fed menyatakan masih belum berada di target yang mereka inginkan dilevel 2%. Dengan begitu, menurut CME Group, sebanyak 92% analisis memprediksi akan kembali menakkan tingkat suku bunga. Walaupun begitu para investor sudah mengantisipasi sikap Hawkish tersebut. Dimana tingat suku bunga yang sudah berada di level tertinggi membuat para investor sudah mulai Risk On dengan ditandai terus masukknya investor ke pasar obligasi maupun ke pasar saham.

 

#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima