IHSG Under Pressure: Rising Uncertainty

24 Mar 2025

Updates

IHSG Under Pressure: Rising Uncertainty

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan bergerak melemah sebesar -3.95% dan ditutup di level 6.258 pada perdagangan hari Jumat (21/03). Sektor yang mengalami pelemahan seperti: teknologi -8.37%, consumer cyclicals -7.50% dan sektor properti -5.39%.

Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran modal asing keluar sebesar Rp4,25 triliun pada pekan ketiga Maret 2025, yang terjadi antara 17 hingga 20 Maret, terutama dari pasar saham dan Sekuritas Supiah BI (SRBI). Selain itu, premi risiko investasi Indonesia (CDS 5 tahun) naik menjadi 88,51 bps pada 20 Maret, dari sebelumnya 81,20 bps pada 14 Maret 2025.

Wall Street ditutup positif dengan Dow Jones menguat +0.08%, S&P 500 naik +0.08%, dan Nasdaq terapresiasi +0.52%. Sementara itu investor kembali berfokus terhadap Trump Tariff, dimana investor mencermati kebijakan Tariff yang akan datang.

Kinerja reksadana di universe Invesnow secara harian mayoritas ditutup negatif pada penutupan NAB (21/3), Market masih meragukan prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, dengan Rupiha yang melemah kembali terhadap USD. Reksa Dana Saham terdepresiasi sebesar -2,07%, Reksa Dana Campuran berkurang -1,46%, Reksa Dana Pasar Uang naik tipis +0,01% dan Reksa Dana Pendapatan Tetap melemah -0,16%.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 2.3 triliun, dipimpin oleh BBCA Rp 1.3 triliun dan BBNI Rp 514 miliar. Investor kini khawatir Indonesia akan kehilangan disiplin fiskal yang diterapkan di masa Presiden Joko Widodo. Aturan membatasi defisit anggaran hingga 3% dari PDB, namun itu belum cukup untuk rencana besar Prabowo dan target pertumbuhan 8%. Dari sisi teknikal IHSG masih berpotensi untuk menyentuh support psikologis di 6000. Sementara itu rupiah masih mencoba untuk menembus level Rp Rp 15.600 dan pasar obligasi juga kembali tertekan dengan ID10Y yang melanjutkan rally hingga 7.218%.

Reksa dana dengan penguatan harian yang signifikan di Invesnow, seperti: Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (+0.56%), dan Principal Islamic Asia Pacific Equity Syariah USD (+0.29%).


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

Disclaimer
Data-data di atas meru­pakan infor­masi terkait Reksa Dana dan bukan ajakan atau suruhan dalam membeli/menjual pro­duk inves­tasi ter­ten­tu. Kepu­tu­san beli/jual ter­hadap instru­men inves­tasi sepenuh­nya dipegang oleh investor itu sendiri.

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2025 PT Invesnow Principal Optima