IHSG koreksi sehat, berpotensi rebound short term

20 Feb 2024

Updates

IHSG koreksi sehat, berpotensi rebound short term

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan pelemahan sebesar -0,53% dan ditutup di level 7,296 pada perdagangan hari Senin (19/02). Sektor yang mengalami pelemahan terbesar yaitu sektor basic materials -1,49%, consumer cyclicals -1,39% serta infrastruktur sebesar -0,69%. IHSG masih memiliki valuasi yang menarik dibanding dengan negara EM lainnya, dimana nilai Price Earning to Ratio (PER) bernilai 12,72x dan Price to Book Value (PBV) bernilai 2,03x. Meskipun IHSG mengalami pelemahan, foreign investor secara hsrisn mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yaitu senilai Rp 842 miliar. Sehingga posisi YTD (year to date) investor asing net buy dengan total senilai Rp 20,05 triliun.

Menurut survei harga properti residensial yang dilakukan oleh Bank Indonesia, terlihat bahwa harga properti residensial di pasar primer mengalami peningkatan pada triwulan IV 2023, meskipun tidak sebesar pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) untuk triwulan IV 2023 mencatat pertumbuhan sebesar 1,74% (yoy), yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan III 2023 sebesar 1,96% (yoy). Penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2023 juga terindikasi meningkat cukup tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya

Wall Street ditutup pada hari Senin (19/02), karena libur hari presiden. Dimana Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup 0,00% ke level 38,628. Indeks S&P 500 ditutup 0,00% ke level 5,006 dan indeks Nasdaq Composite juga ditutup sebesar 0,00% ke level 15,776. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman 1 tahun tetap stabil di 3,45% pada penetapan bulan Februari 2024 namun memangkas suku bunga 5 tahun, yang menjadi referensi untuk hipotek, sebesar 25bps menjadi 3,95%. Suku Bunga di China rata-rata sebesar 4,31% dari tahun 2013 hingga 2024, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 5,77% pada bulan April 2014 dan rekor terendah sebesar 3,45% pada bulan Agustus 2023.

Kinerja reksadana secara harian mayoritas melemah. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami pelemahan sebesar -0,93%, diikuti reksadana campuran yang melemah sebesar -0,67%, sementara itu reksadana pasar uang terapresiasi sebesar +0,03% dan terakhir reksadana pendapatan tetap mengalami penguatan sebesar +0,06%.

Pergerakan reksadana selama sepekan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu terkoreksinya sektor material dasar dan consumer ikut menekan IHSG sekaligus reksadana saham dan campuran. Namun begitu, walau IHSG terkoreksi posisi investor asing masih terus mencatatatkan Net Buy pada saham-saham seperti BMRI, BBRI, TLKM, BBNI dan BBCA. Artinya IHSG sedang colling down dan berpotensu untuk melanjutkan kenaikkan. Sementara itu, yield SBN Indonesia 10 tahun ditutup dilevel 6,69% yang membuat kinerja reksadana pendapatan tetap menguat terbatas.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

Disclaimer
Data-data di atas meru­pakan infor­masi terkait Reksa Dana dan bukan ajakan atau suruhan dalam membeli/menjual pro­duk inves­tasi ter­ten­tu. Kepu­tu­san beli/jual ter­hadap instru­men inves­tasi sepenuh­nya dipegang oleh investor itu sendiri.

Latest News

28 Jul 2025

Updates

IHSG Reclaims 7500
floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2026 PT Invesnow Principal Optima