Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga, Wall Street Kompak Menguat

16 Jun 2023

Updates

Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga, Wall Street Kompak Menguat

Secara harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat sebesar +0,21% ke level 6713. Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami penguatan terbesar, yaitu sektor energi sebesar +0,75%, sektor material dasar sebesar +0,62% serta sektor infrastruktur sebesar +0,61%. Saat ini IHSG ditradingkan masih dengan valuasi relatif murah, yakni di PER 13,14x dengan nilai Market PBV 1,73x. Investor asing kembali membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 263 miliar pada perdagangan Kamis (15/06). Namun, secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total pembelian bersih senilai (Net Buy) Rp 18,63 triliun.  Fundemental ekonomi makro Indonesia terus berlanjut. Hal ini bisa dilihat dari Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada akhir April 2023 tercatat sebesar 403,1 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi ULN akhir Maret 2023 sebesar 403,3 miliar dolar AS.

Dari pasar global, Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan Kamis (16/06) kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat +1,26% ke 34408. Indeks S&P 500 juga menguat +1,22% di level 4425 dan Indeks Nasdaq Composite juga menguat +1,15% ke 13782. Indeks utama Wall Street menguat pada hari Kamis (15/6) didukung kenaikan saham dengan nilai marketcap yang besar. Imbal hasil US Treasury turun dan ikut mengangkat sentimen investor yang memburuk oleh komentar hawkish Federal Reserve tentang kenaikan kmebali tingkat suku bunga tahun ini. Disisi lain, indikator ekonomi AS mulai membaik. Penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) secara tak terduga naik pada Mei. Dan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara stabil pada penyesuaian musiman 262.0000 untuk pekan yang berakhir 10 Juni.

Bagaimana dengan view Reksadana?

Kinerja reksadana secara harian secara rata-rata, sejalan dengan kenaikkan IHSG seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,28%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut melemah +0,18%, kemudian reksadana pasar uang menguat +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan mengalami pelemahan tipis -0,09%. Selain Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2023 turun, makroekonomi Indonesia semakin kokoh dengan posisi neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2023 tercatat surplus sebesar 0,44 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada April 2023 sebesar 3,94 miliar dolar AS. Dengan begitu, diharapkan pasar saham dan obligasi akan semakin menarik untuk diperhatikan. Ditambah faktor kurs Rupiah yang menujukkan trend positif menujukkan reksadana berbasis pendapatan tetap terus memiliki view yang positif. Dan dengan sudah berada dititik tertinggi tingkat suku bunga, maka diharapkan kedepan investor akan beralih ke pasar saham yang bisa memberikan return yang menarik.

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima