Cara Jitu Investasi Reksa Dana Antigagal

10 Jun 2022

Blogs

Cara Jitu Investasi Reksa Dana Antigagal

Ada banyak tips atau cara investasi Reksa Dana sebagai referensi bagi para pemula. Berikut ulasannya.


Perkembangan internet beberapa dekade belakangan membuat banyak orang sadar bahwa investasi bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Ditambah semakin meleknya pengetahuan tentang investasi, jangan heran apabila para investor masa kini semakin sadar tentang pentingnya berinvestasi, terutama dari kalangan anak muda. 


Ada banyak jenis investasi yang biasa dipilih para anak muda ini. Kebanyakan merupakan investasi jangka pendek dengan return cepat. Harapannya tentu saja, mereka ingin segera melihat potensi dana yang diinvestasikan. Salah satu jenis yang cukup diminati adalah Reksa Dana. Reksa Dana pada dasarnya merupakan wadah yang bisa kita gunakan untuk berinvestasi pada instrumen-instrumen pasar keuangan. Soal keamanan, kamu tidak perlu ragu. Aturan Reksa Dana telah tertuang di UU tentang pasar modal tahun 1995. dalam prosesnya, Reksa Dana membutuhkan peran manajer investasi.


Tugas Manajer Investasi dikutip dari halaman resmi OJK ada empat. Pertama mengelola aset nasabah. Kedua, Memilih dan memutuskan instrumen investasi yang akan dibeli. Ketiga, Membuat keputusan jual atau lepas instrumen investasi. Dan keempat, melaporkan hasil investasi. Dengan penjelasan tugas manajer investasi diatas, artinya kamu sebagai investor Reksa Dana akan sangat dimudahkan. Tinggal percayakan dana kamu untuk dikembangkan oleh mereka dan berinvestasi secara rutin sesuai kemampuan. Kemudahan inilah yang membuat anak muda masa kini tertarik pada Reksa Dana. Lalu, apa yang harus dilakukan sebelum terjun ke dunia ini?


Berikut cara investasi Reksa Dana antigagal. 


1. Pilih Platform Investasi



Sebelum lebih jauh, kamu bisa tentuin dulu platform investasi Reksa Dana yang ingin digunakan. Pilih platform yang memiliki banyak pilihan produk Reksa Dana dan manajer investasi sehingga kamu punya banyak pilihan.  Invesnow.id bisa jadi salah satu pilihan kamu.


2. Pelajari dan Pahami Macam-Macam Reksa Dana

Reksa Dana Pasar Uang



Reksa Dana Pasar Uang memiliki alokasi investasi yang seluruhnya ditempatkan pada instrumen pasar uang. Seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang, Deposito dan obligasi. Keunggulannya, Reksa Dana Pasar Uang memiliki resiko yang sangat rendah. Tentunya tingkat returnnya juga rendah.


Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap memiliki penempatan dana pada efek utang atau obligasi dengan komposisi minimal 80%. Surat utang atau obligasi pemerintah ataupun korporasi. Tingkat pengembalian Reksa Dana ini cukup stabil karena memiliki aset surat utang (obligasi) yang memberikan keuntungan berupa kupon secara rutin. Tingkat return diatas Reksa Dana Pasar Uang, namun tentu tingkat resikonya sedikit lebih tinggi.


Reksa Dana Campuran

Alokasi Reksa Dana Campuran terdiri dari berbagai instrumen keuangan sekaligus, seperti deposito, surat utang (obligasi), pasar uang dan saham. Ada 2 jenis Reksa Dana Campuran,  Defensif dan Berimbang. Reksa Dana Defensif memiliki komposisi penempatan sebesar 70-80% pada obligasi dan instrumen pasar uang, sehingga profil resiko lebih rendah. Sebaliknya, Reksa Dana Campuran Berimbang, profil resiko lebih tinggi, namun potensi pengembalian/untung imbal hasil juga lebih tinggi. Komposisinya lebih berimbang dengan porsi 50% pada pasar saham, dan obligasi/pasar uang.


Reksa Dana Saham


Reksa Dana Saham menempatkan dananya minimal 80% ke berbagai efek saham dan sisanya, 20% dialokasikan ke Pasar Uang. Returnnya, sangat tinggi dibandingkan dengan Reksa Dana lainnya, tetapi resikonya juga terbilang tinggi. Cocok untuk investasi jangka panjang. Diatas 5 tahun, jadi hasil keuntungannya berasa.


3. Tentukan Jangka Waktu atau Periode Investasi



Tentukan dulu jangka waktu investasi kamu, apakah kurang setahun, 1-3 tahun, 3-5 tahun atau lebih dari 5 tahun. Untuk yang jangka waktunya kurang setahun, baiknya kamu investasi di instrumen Reksa Dana Pasar Uang. Untuk Jangka 1-3 tahun, kamu bisa memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap. Untuk jangka waktu 3-5 tahun, cocoknya Reksa Dana Campuran. Nah untuk yang jangka waktunya lebih lama lagi, lebih dari 5 tahun, bagusnya investasi di Reksa Dana Saham.


4. Pastikan Produk Reksa Dana ada izin OJK