AS Diambang Resesi Namun IHSG Berakhir Positif Diakhir Perdagangan

21 Jun 2022

Updates

AS Diambang Resesi Namun IHSG Berakhir Positif Diakhir Perdagangan

Harga mayoritas SBN senin kemarin mengalami pelemahan karena pasar sedang menantikan pengumuman kebijakan moneter BI pada Kamis ini.


Pemerintah berencana menaikan giro wajib minimum perbankan guna normalisasi likuiditas. Pada awal pekan ini, IHSG sempat bergerak minus lebih dari 1%, namun pada akhir perdagangan IHSG ditutup berada di zona hijau, naik 0,57%. Ada sekitar 239 saham menguat, 273 saham melemah, dan 172 saham stagnan. Dan net sell investor asing sebesar Rp 842,84 miliar di pasar reguler.


Investor pasar modal di Indonesia terlihat masih sangat berhati-hati dalam membeli saham karena kekhawatiran akan adanya resesi dan ambruknya perekonomian global yang akan sangat berdampak pada negara kita.


Wow, Presiden kita memastikan akan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam perhelatan G-20 akhir tahun ini. Menurut beliau kedua negara ini harus segera menghentikan peperangan yang sangat berdampak pada polemik inflasi, kenaikan harga pangan, dan kenaikan harga energi.


Inflasi kembali berdampak, kali ini terjadi pada Inggris. Jaringan kereta api Inggris melakukan aksi pemogokan terbesar dalam lebih dari tiga dekade berturut-turut. Hal ini karena pendapatan pekerja terus terkikis. Selain itu, Jerman akan kembali menyalakan pembangkit listrik tenaga batu bara dikarenakan pasokan gas dari Rusia terbatas. Jerman telah meminta Indonesia untuk dapat memasok batu bara sebesar 150 juta ton. Pihaknya pun optimistis mampu memenuhi kebutuhan batu bara untuk Jerman.


Dari AS, Bank investasi JP Morgan mengatakan probabilitas Amerika Serikat mengalami resesi saat ini mencapai 85%, berdasarkan pergerakan harga di pasar saham. Bank sentral (People Bank of China/PBoC) memutuskan tetap mempertahankan suku bunga pinjaman acuan hari ini, yang mana suku bunga loan prime rate tenor 1 tahun masih berada di 3,7%, sedangkan LPR tenor 5 tahun masih di 4,45%. Penjualan ritel layanan konsumsi makanan AS bulan Mei, terkontraksi 0,3% mtm.


Gelombang inflasi yang meninggi membuat pasar khawatir The Fed akan mengambil kebijakan yang lebih agresif. Kebijakan tersebut dikhawatirkan bisa memukul perekonomian AS dan membawa ke resesi.


Download selengkapnya Daily Update dan Kinerja Reksa Dana di sini

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2022 PT Invesnow Principal Optima