Apa Itu Reksa Dana

03 Jan 2022

Featured

Apa Itu Reksa Dana

"Tak kenal maka tak sayang" Peribahasa ini sangat familiar dengan sesuatu hal bisa mempengaruhi seseorang. Begitu pun dengan investasi khususnya Reksa Dana, tanpa mengenal lebih dulu, banyak orang akan cenderung enggan melakukannya, terlebih lagi untuk calon investor pemula.

Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Secara sederhana, Reksa Dana adalah alat investasi yang berguna untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam produk keuangan atau portofolio efek oleh perusahaan Manajer Investasi (MI). Portofolio efek dalam reksa dana terdiri dari : produk pasar uang, obligasi, dan saham.

Investasi Reksa Dana ibarat kita makan capcay. Sebenarnya setiap orang bisa saja membuat capcay. Sederhananya kita campur sayur-sayuran, daging dengan bumbu, tetapi daripada repot beli bahannya satu-satu, biaya beli bahannya, belum lagi masaknya, lebih baik kita langsung aja pergi ke rumah makan dan beli capcay yang udah jadi.

Kalian juga tidak perlu khawatir, Reksa Dana merupakan  produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK. 

Next Question : Mengapa Harus Berinvestasi Reksa Dana?

Lalu, kalimat yang acapkali kita dengar saat seminar mengenai investasi adalah "Saya tidak ada duit untuk diinvestasikan"atau "Boro-boro invest, buat hidup aja kurang". Nah, bagaimana kalau kejadiannya seperti itu?

Sekarang kita bahas yuk, beberapa keuntungan berinvestasi reksa dana, antara lain :

  • Mudah

Reksa dana adalah produk investasi yang sangat mudah. Calon investor cukup datang ke bank, perusahaan sekuritas atau website penjual reksadana online (contoh: www.invesnow.id) kemudian buka akun dan mulai berinvestasi. Seluruh investasi reksa dana akan dikelola oleh orang-orang yang profesional yaitu Manajer Investasi (MI).

  • Murah (Modal Minimum)

Berapa jumlah minimum yang harus dikeluarkan untuk membeli reksa dana?

a. Rp10.000

b. Rp100.000

c. Rp1.000.000

d. Rp10.000.000

Jawaban yang benar umumnya adalah B. Namun ada produk-produk tertentu bisa di beli mulai dengan Rp 10,000. Selanjutanya kalian juga melakukan penambahan dana atau dikenal dengan istilah Top Up dengan nominal yang sama, kapanpun.

  • Bisa Dicairkan Kapan Saja

Dana yang sudah kalian investasikan, bisa dicairkan kapan saja. Dana diterima rekening nasabah maksimal 7 hari kerja.

  • Reksa Dana Bukan Obyek Pajak

Menurut Undang-undang PPh Pasal 4 Nomor 3 huruf (i) menyatakan bahwa investasi reksa dana bukan objek pajak.

Yang dikecualikan dari objek pajak adalah :

i. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif;

Sederhananya, jika Anda berinvestasi di Reksa Dana dan memperoleh keuntungan sebesar 10 juta rupiah, maka Anda tidak perlu membayar pajak atas penghasilan tersebut karena Reksa Dana bukanlah objek pajak.

Mengapa Reksa Dana bukan objek pajak? Karena pajak atas keuntungan investasi di dalam Reksa Dana sudah dibayarkan oleh Manajer Investasi. Misal Manajer Investasi berinvestasi di produk obligasi dengan PPh final 15%, maka biaya pajak tersebut sudah dibayarkan oleh Manajer Investasi

Selain keuntungan diatas, tentunya setiap investasi di Reksa Dana juga memiliki risiko, diantaranya :

1. Keuntungan Tidak Dijamin

Satu hal yang harus kalian ingat, ketika berinvestasi reksa dana atau investasi apapun tidak ada jaminan atas keuntungan dan modal. Sekali lagi tidak ada jaminan atas keuntungan dan modal.Jadi bisa saja modal investasi Anda tergerus.

Sebagai ilustrasi, seseorang membeli reksa dana pada harga Rp1.000 per unit penyertaan, karena sedang butuh uang orang tersebut menjual reksa dananya pada harga Rp900 per unit penyertaan. Artinya orang tersebut mengalami kerugian modal sebesar Rp100per unit penyertaan.

Jika ada tenaga penjual atau agen menawarkan produk reksa dana kepada Anda, mereka umumnya akan memperlihatkan fund fact sheet atau kinerja masa lalu. Kinerja yang baik di masa lalu bukan jaminan akan menghasilkan keuntungan atau return yang sama dimasa yang akan datang.

2. Risiko Likuiditas

Likuiditas dalam investasi artinya seberapa mudah sebuah produk keuangan atau aset dapat dijual mendekati atau pada nilai wajarnya. Kecenderungannya aset keuangan jenis reksa dana, saham, dan obligasi bersifat likuid. Satu hal yang harus Anda perhatikan bahwa tidak semua aset keuangan likuid. 

Misal : Terdapat dua orang investor yang akan mencairkan reksa dananya, sebut saja investor A dan investor B. Investor A akan mencairkan investasi reksa dana sebesar Rp 200.000. Investor B akan mencairkan investasi reksa dana sebesar Rp 200.000.000.000. Kecenderungannya mana yang lebih mudah dicairkan?

Ya betul, investor A lebih mudah dicairkan, karena manajer investasi tidak perlu menjual portofolionya. Manajer investasi dapat menggunakan uang kasnya untuk membeli kembali reksa dana investor A. Lain ceritanya dengan investor B yang akan mencairkan Rp 200.000.000.000 mungkin Manajer Investasi perlu menjual sebagian portofolionya.

3. Risiko Inflasi

Risiko inflasi adalah risiko potensi kerugian karena hasil investasi reksa dana lebih kecil dari pada kenaikan harga barang (inflasi). Misal hasil investasi reksa dana sebesar 7% dan inflasi saat ini 8%, maka keuntungan sebenarnya adalah 7%-8% sama dengan -1%.

4. Risiko Efek

Potensi risiko efek adalah risiko yang terjadi jika ada permasalahan dengan efek. Contoh risiko efek adalah perusahaan penerbit menyatakan gagal bayar kupon dan/atau pokok obligasi.

5. Risiko Ketidakpatuhan

Potensi risiko karena ketidakpatuhan, terjadi karena kecurangan oknum dari manajer investasi atau oknum tertentu. Contoh tindak kecurangan : ketidak-sesuaian terhadap hukum, aturan, peraturan, etika dan kebijakan, dan prosedur internal dari manajer Investasi atau bank kustodian.

6. Risiko Manajer Investasi

Ketika investor membeli reksa dana, artinya investor membeli sebuah portofolio efek. Sama-sama reksa dana saham, kenapa manajer investasi return-nya lebih besar daripada manajer investasi lain?

Perbedaan tersebut bergantung pada: pengalaman, pengetahuan, keahlian, dana yang dikelola, dan teknik atau proses investasi yang dijalankan oleh manajer investasi.

Sudah mulai memahami? Yuk baca artikel selanjutnya biar kalian bisa jadi #SobatInvesnow yang cerdas dalam mengelola keuangan.

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2022 PT Invesnow Principal Optima