Aksi Jual Investor Asing Tekan Kinerja Reksadana

2 Okt 2023

Updates

Aksi Jual Investor Asing Tekan Kinerja Reksadana

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan mencatatkan pelemahan sebesar -1,10% dan ditutup di level 6,939 pada hari Jumat (29/09). Pelemahan IHSG ditekan oleh tiga sektor yang mengalami koreksi terbesar, yakni sektor dasar -3,18%, lalu sektor infrastruktur -2,22% serta sektor energi -1,32%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,82x serta Price to Book Value (PBV) senilai 2,04x.


Selama sepekan, dari tanggal 25 sampai 29 Oktober 2023 investor asing kembali membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 2,38 triliun. Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 5,23 triliun.


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebagai negara yang memiliki komitmen tinggi untuk menurunkan emisi, Indonesia memerlukan dukungan pendanaan dari berbagai sumber terutama untuk mendukung transisi menuju energi bersih. Pendanaan yang diperlukan mencapai Rp 3.500 triliun atau sekitar US$ 246 miliar untuk mencapai target penurunan emisi di sektor energi.


Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan dihari Jumat (29/09). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah sebesar -0,47% ke level 33,507. Indeks S&P 500 terkoreksi -0,27% ke level 4,288. Sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat sebesar +0,14% ke level 13,219.


Harga inti PCE (personal consumption expenditure) di AS, tidak termasuk makanan dan energi, meningkat sebesar 0,1 persen bulan ke bulan pada bulan Agustus 2023, paling rendah sejak bulan November 2020. Selain itu, Pendapatan pribadi (personal income) di Amerika Serikat meningkat sebesar 0,4% pada Agustus 2023, menyusul kenaikan 0,2% pada bulan Juli dan sesuai dengan konsensus pasar.


Kinerja reksadana selama sepekan, dari tanggal 25 sampai 29 Oktober 2023 mayoritas alami pelemahan. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami koreksi sebesar -1,49%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut tertekan -1,31%, sementara itu reksadana pasar uang terapresiasi sebesar +0,06% dan terakhir reksadana pendapatan masih terus di zona bearish, melemah sebesar -0,33%. 


Kinerja reksadana selama sepekan terakhid dibulan September dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa diantaranya adalah dari domestik dimana likuiditas yang terefleksi dari peredaran M2 mengalami pertumbuhan namun melambat serta tekanan aksi jual oleh investor asing turut menekan IHSG yang berdampak pada koreksinya IHSG serta ICBI.


Selain itu dari faktor global dimana Amerika Serikat merilis data inflasi PCE serta Personal Income yang mengalami peningkatan serta melambatnya aktifitas manufaktur China ikut menekan kinerja reksadana selama sepekan.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima