Yield UST Tertinggi Sejak 2006, Tekanan Berlanjut Di RDPT

18 Okt 2023

Updates

Yield UST Tertinggi Sejak 2006, Tekanan Berlanjut Di RDPT

Yield UST Tertinggi Sejak 2006, Tekanan Berlanjut Di RDPT Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian pada (17/10) mencatat kenaikan 0.63%, dan kembali berada di atas level 6,900. Beberapa sektor yang mendorong IHSG, diantaranya yakni: sektor Infra, Consumer Non-Cyclical dan Healthcare yang masing-masing naik 7.5%, 1.4% dan 1.3%. Investor asing secara harian membukukan jual bersih sebesar Rp 323 miliar. Dari data domestik, pembiayaan korporasi pada September 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 16,1%, meningkat dibandingkan SBT 14,7% pada Agustus 2023. Adapun sumber pembiayaan korporasi terutama berasal dari dana sendiri, diikuti pembiayaan yang berasal dari perbankan dalam negeri dan pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Kinerja bursa saham Amerika Serikat (AS), pada (17/10) secara umum melemah, Dow Jones naik tipis +0.04% dan ditutup di level 33,997, S&P 500 terkoreksi -0,01% ke level 4,373 dan Nasdaq kehilangan -0.25% ke level 13,533. Data pertumbuhan ekonomi China yang baru saja rilis, dimana pada kuartal-III ekonomi China berhasil bertumbuh 4.9%, di atas ekspektasi (+4.4%). Di sisi lain, menurut laporan dari Factset, earning season yang baru akan dimulai di AS, 83% Perusahaan diprediksi akan mencatatkan kinerja di atas rata-rata, dengan 70% melewati estimasi sales. Selanjutnya, Wall Street akan menunggu data housing starts dan building permits data untuk bulan September. Kenaikan IHSG berhasil membuat kinerja Reksadana Saham menguat secara rata-rata harian dengan +0.06%, untuk Reksadana Campuran naik +0.4% secara rata-rata. Kinerja reksadana Pendapatan Tetap sedikit terkoreksi, setelah Yield naik baik di domestic dan di Amerika Serikat (AS), untuk reksadana Pasar Uang naik tipis +0.01%. Kenaikan IHSG sejauh ini masih di drive oleh saham BREN, namun pelaku pasar menilai Indeks masih cukup sensitive dan peluang koreksi masih cukup besar, sebagian besar masih wait and see hingga saat ini. Saat ini ID10-yr berada di level 6.965%, dengan UST-10yr di level 4.838, selish spread sekitar 200bps, mengecil secara mingguan sebesar 20bps. Tekanan dari tensi geopolitik dan peelmahan Rupiah masih akan memberikan katalis negatif ke jenis RDPT berbasis obligasi pemerintah, risk factor yang kecil justru ada di RDPT berbasis korporasi. #InvesNowCuanLater #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima