Tingkat Inflasi AS 3,7%. Mayoritas Reksadana Catatkan Kinerja Positif

13 Okt 2023

Updates

Tingkat Inflasi AS 3,7%. Mayoritas Reksadana Catatkan Kinerja Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan kembali lanjutan penguatan tipis sebesar +0,05% dan ditutup di level 6,935 pada hari Kamis (12/10). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami lonjakan terbesar, yakni sektor infrastruktur +3,76%, lalu sektor infrastrukur consumer siklikal +0,68% serta sektor kesehatan +0,52%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,97x.


Akhirnya penguatan IHSG seperti yang market harapkan, dimana investor asing akhirnya membukukan pembelian bersih (Net Buy) sebesar Rp 415 miliar secara harian. Namun secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 5,34 triliun.


Pemerintah menyatakan tetap berupaya menjaga fundamental perekonomian domestik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah tembus dilevel Rp 15.700 / US Dollar. Di sisi lain, local currency transaction (LCT) atau transaksi mata uang lokal dapat melindungi pelaku UMKM terhadap fluktuasi mata uang dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini.


Wall Street ditutup kompak terkoreksi pada perdagangan hari Kamis (12/10). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah sebesar -0,51% ke level 33,631. Indeks S&P 500 juga ikut tertekan -0,62% ke level 4,349 dan indeks Nasdaq Composite juga turun -0,63% ke level 13,574.


Tingkat inflasi AS tetap stabil di angka 3,7% pada bulan September 2023, bertentangan dengan ekspektasi pasar yang akan turun tipis menjadi 3,6%, karena penurunan harga energi yang lebih rendah mengimbangi perlambatan tekanan inflasi di kategori lainnya. Sementara itu, Harga konsumen (Inflation Rate) China secara tak terduga mengalami stagnasi pada bulan September 2023, meleset dari perkiraan pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,2% dan terjadi setelah kenaikan sebesar 0,1% pada bulan sebelumnya. 


Kinerja reksadana secara harian ditutup kembali cenderung menguat pada hari Kamis (12/10). Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,12%, diikuti reksadana campuran yang terkoreksi tipis -0,02%, sementara itu reksadana pasar uang terapresiasi sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan tetap kembali lanjutkan penguatan sebesar di +0,29%.


Pergerakan dari kinerja Reksadana pada (12/10) dipengaruhi oleh kenaikkan IHSG yang cukup impresif dimana mencatatkan empat hari berturut finish di zona hijau. Selain itu yield SBN 10Y Indonesia yang terus turun ke level 6,85% juga ikut mendorong kinerja positif dari RDPT. Namun perhatian investor tertuju pada sikap pemerintah dalam stabilisasi kurs Rupiah yang sampai saat ini terus tertekan. Dari sektor global dimana angka tingkat inflasi AS sebesar 3,7% mengindikasikan bahwasanya The Fed berpeluang menahan tingkat suku bunga dalam jangka waktu yang lama.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima