The Fed Bersikap Dovish. Positif Bagi Kinerja Reksadana

3 Nov 2023

Updates

The Fed Bersikap Dovish. Positif Bagi Kinerja Reksadana

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan penguatan cukup besar sebesar +1,64% dan ditutup di level 6,751 pada hari Kamis (02/11). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami rally terbesar, yakni sektor teknologi +3,49%, lalu sektor properti +2,39% serta sektor material dasar +1,78%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 12,96x serta Price Book Value (PBV) sebesar 1,80x.


Walau IHSG menguat, namun outflow dari investor asing terus terjadi, dimana foreign investor membukukan penjualan bersih bersih (Net Sell) sebesar Rp 16,21 miliar pada hari Kamis (02/11). Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 14,45 triliun.


Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan direspons positif pasar. Dimana IHSG mencatatkan kenaikkan cukup impresif. Walau secara YTD IHSG masih mencatatkan Net Sell dari investor asing, namun pelaku pasar tetap optimis bahwa IHSG akan rally hingga akhir tahun. Dimana dengan valuasi yang menarik serta kinerja emiten yang cukup bagus akan mengundang big money untuk inflow ke pasar finansial Indonesia.


Wall Street kembali ditutup kompak menguat cukup banyak pada perdagangan hari Kamis (02/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat sebesar +1,70% ke level 33,839. Indeks S&P 500 juga ikut rally +1,89% ke level 4,317 dan indeks Nasdaq Composite juga bertambah sebesar +1,78% ke level 13,294.


Indeks dolar diperdagangkan sekitar 106,1 pada hari Jumat dan diperkirakan akan mengakhiri minggu ini dengan lebih rendah, terbebani oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve telah selesai melakukan siklus quantitative tightening. Selain itu, Minyak mentah berjangka WTI stabil di atas $82 per barel pada hari Jumat, namun masih mengalami penurunan untuk minggu kedua berturut-turut di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah bisa mengganggu pasokan.


Kinerja reksadana secara harian ditutup kompak menguat. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +1,48%, diikuti reksadana campuran yang bertambah +0,78%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,02% dan terakhir reksadana pendapatan tetap yang lanjutkan penguatan sebesar +0,33%. 


Pergerakan dari kinerja Reksadana hari Rabu (01/10) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu dengan pidato FOMC kemarin dimana The Fed bersikap dovish maka hal ini berdampak positif pada instrumen investasi seperti reksadana. Namun lagi, rally nya IHSG masih belum didukung oleh inflow investor asing. Pelaku pasar berharap desember dimana momentum window dressing bisa terjadi. Para big money bisa kembali kepasar finansial Indonesia yang bisa berdampak baik pada kinerja reksadana. Namun investor Invesnow juga diharapkan menerapkan money management agar bisa mendapat return terbaik dengan risiko yang terukur.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima