Suku Bunga BI Tetap 6%. Katalis Positif Bagi Kinerja Reksadana

24 Nov 2023

Updates

Suku Bunga BI Tetap 6%. Katalis Positif Bagi Kinerja Reksadana

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian bergerak menguat cukup impresif sebesar +1,41% dan ditutup di level psikologis di 7,004 pada hari Kamis (23/11). Sektor yang mengalami penguatan terbesar, yaitu sektor teknologi +8,60%, sektor infrastruktur 6,22% dan sektor finansial sebesar 1,84%. IHSG masih relatif memiliki valuasi yang menarik dibanding dengan negara lainnya, dimana nilai Price Earning to Ration (PER) sebesar 13,04x dan Price to Book Value (PBV) sebesar 1,01x.


Sejalan dengan penguatan IHSG, Foreign investor mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp 940 miliar pada perdagangan hari Kamis (23/11). Namun secara Year to Date investor asing masih mencatatkan posisi net sell senilai Rp 15,18 triliun.


Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 November 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%. Keputusan ini tetap konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor (imported inflation), sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0 ± 1% pada tahun 2023 dan 2,5±1% pada tahun 2024.


Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan hari Kamis (23/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat sebesar +0,53% ke level 35,273. Indeks S&P 500 masih bertambah +0,41% ke level 4,556 dan indeks Nasdaq Composite juga lanjutkan trend bullish sebesar +0,46% ke level 14,265.


Indeks dollarAS (DXY) stabil di sekitar 103,8 pada hari Kamis (23/11), mempertahankan kenaikan baru-baru ini karena data yang lebih kuat dari perkiraan pasar. Sedangkan dari Asia, tingkat inflasi tahunan di Jepang naik menjadi 3,3% pada Oktober 2023 dari 3,0% pada bulan sebelumnya, yang merupakan angka tertinggi sejak Juni 2023. Untuk komoditas, Minyak mentah berjangka WTI stabil di atas $76 per barel pada hari Jumat setelah menghadapi peningkatan volatilitas dalam beberapa waktu terakhir karena pembatasan produksi oleh anggot OPEC+.


Kinerja reksadana secara harian kompak bergerak menguat. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,99%, diikuti reksadana campuran yang juga bertambah +0,69%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,01% dan terakhir reksadana pendapatan tetap lanjutkan rally sebanyak +0,11%. 


Pergerakan dari kinerja pada hari Kamis (23/11) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor dalam negeri dimana sikap Bank Indonesia yang mempertahankan level tingkat suku bunga membawa sentimen positif terhadap financial market seperti pasar saham dan pasar obligasi. Dimana IHSG rally cukup kencang yang didorong oleh sektor teknologi dan finansial. Dan ICBI juga lanjutkan trend bullish nya. Dengan inflow asing yang terus terjadi serta ekonomimakro Indonesia yang cukup solid, maka kami cukup optimis baik kinerja reksadana saham, pendapatan tetap dan campuran akan ditutup positif hingga Desember 2023.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima