Penguatan IHSG Belum Didukung Oleh Inflow Investor Asing

25 Okt 2023

Updates

Penguatan IHSG Belum Didukung Oleh Inflow Investor Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan penguatan sebesar +0,96% dan ditutup di level 6,806 pada hari Selasa (24/10). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami dorongan terbesar, yakni sektor transportasi +2,67%, lalu sektor properti +1,87% serta sektor kesehatan +1,73%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,62x.


Namun Penguatan IHSG tidak didukung oleh inflow dari investor asing, dimana foreign investor membukukan penjualan bersih bersih (Net Sell) sebesar Rp 344 miliar pada Selasa (24/10). Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 9,43 triliun.


Bank Indonesia (BI) mengatakan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2023 meningkat. Posisi M2 pada September 2023 tercatat sebesar Rp8.440,0 triliun atau tumbuh 6,0% (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh sebesar 5,9% (yoy). Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 8,4% (yoy).


Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan hari Selasa (24/10). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat sebesar +0,62% ke level 33,141. Indeks S&P 500 juga ikut terdorong +0,73% ke level 4,247 dan indeks Nasdaq Composite juga lanjutkan trend bullish sebesar +0,93% ke level 13,139.


Pada hari Kamis (26/10), Departemen Perdagangan AS akan merilis laporan pertama mengenai PDB kuartal ketiga, yang terlihat menunjukkan akselerasi yang kuat menjadi 4,3% dari 2,1% pada kuartal kedua. Sementara itu, Tingkat inflasi Australia turun menjadi 5,4% tahun-ke-tahun pada kuartal ketiga tahun 2023, turun dari 6,0% pada periode sebelumnya dan dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 5,3%.


Kinerja reksadana secara harian ditutup cenderung menguat. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan impresif sebesar +0,92%, diikuti reksadana campuran yang ikut bertambah +0,86%, sementara itu reksadana pasar uang terkoreksi tipis sebesar -0,03% dan terakhir reksadana pendapatan tetap yang akhirnya menguat walau tipis sebesar di +0,16%. 


Pergerakan dari kinerja Reksadana selama sepekan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu menguatnya IHSG yang didorong oleh transportasi dan property. Dimana Net Buy investor terbesar tersebar dibeberapa saham yang memiiki marketcap besar, seperti ASII Rp 39,5 miliar, FILM Rp 32,3 miliar dan INDF Rp 22,9 miliar. Dari sisi global, harga minyak mentah berjangka WTI stabil di atas $83 per barel pada hari Rabu (24/10) karena investor mempertimbangkan tanda-tanda pasokan AS yang lebih ketat dibandingkan data aktivitas sektor swasta yang beragam di negara-negara besar. Namun penguatan IHSG masih belum di dukung oleh oleh inflow dari investor asing. Dengan begitu, kami menghimbau agar para investor Invesnow agar belum waktunya untuk bersikap agresif dalam berinvestasi di RDS, RDC maupun RDPT. 


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima