Pelemahan Rupiah Berlanjut, RDS dan RDPT Terkoreksi

19 Okt 2023

Updates

Pelemahan Rupiah Berlanjut, RDS dan RDPT Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian pada (18/10) mencatat pelemahan 0.17%, dan berada di level 6,927. Beberapa sektor yang mendorong pelemahan IHSG, diantaranya yakni: sektor Infra, Consumer Cyclical, Financial dan Technology yang masing-masing turun 0.65%, 0.53% dan 0.47%.  Investor asing secara harian membukukan jual bersih sebesar Rp 1.5 triliun. 


Di sisi lain dihimpun dari Kontan, para ekonom menilai Bank Indonesia (BI) diyakini tidak akan mengganti kebijakan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI bulan Oktober 2023. kemungkinan suku bunga acuan tetap di level tersebut setidaknya bertahan hingga akhir tahun 2023.


Kinerja bursa saham Amerika Serikat (AS), pada (18/10) secara umum melemah, Dow Jones turun -1% dan ditutup di level 33,665, S&P 500 kehilangan 1.34% ke level 4,314 dan Nasdaq melorot 1.62% ke level 13,533. 


Market sedang menunggu testimoni oleh ketua The Fed, di tanggal (19/10), dan sell-off yang terjadi pada perdagangan kemarin, diakibatkan oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS yang telah menyentuh 4.9%, (yang merupakan level tertingginya dalam 16 tahun). Kemudian dari rilis earning season, raksasa kendaraan listrik Tesla turun 4% setelah perusahaan meleset dari ekspektasi pendapatan dan pendapatan pada kuartal ketiga tahun ini.


Naiknya ID10yr dan UST-10yr membuat market reksadana kehilangan arah, beberapa reksadana di jenis saham bahkan telah mencapai lowest di 3 bulan terendahnya secara Nilai Aktiva Bersih (NAB). 


Pasar saham juga ikut turun, ditengah kenaikan inflasi yang akan membuat suku bunga tetap di level yang tinggi setidaknya hingga akhir tahun ini. Selajutnya data-data ekonomi khususnya di eksternal dan rapat Bank Indonesia (BI) (jika terjadi cut rate) akan berimbas positif ke kinerja reksadana saham dan campuran.


Kemarin, reksadana saham secara rata-rata turun 0.41% dan reksadana campuran melemah 0.28%. Kami menilai, pelemahan Rupiah masih menjadi faktor negatif bagi kinerja asset berisiko seperti saham dan pendapatan tetap.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima