Minim Katalis Positif, Kinerja Mingguan RDS dan RDC Terburuk Sejak September

30 Okt 2023

Updates

Minim Katalis Positif, Kinerja Mingguan RDS dan RDC Terburuk Sejak September

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan mencatatkan lanjutkan trend pelemahan sebesar -1,32% dan ditutup di level 6,758 pada hari Jumat (27/10). Pelemahan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami tekanan terbesar, yakni sektor teknologi -3,53%, lalu sektor dasar -2,20% serta sektor energi -1,59%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,36x serta Price Book Value (PBV) sebesar 1,98x.


Sejalan dengan pelemahan IHSG, outflow dari investor asing masih terjadi, dimana foreign investor membukukan penjualan bersih bersih (Net Sell) sebesar Rp 2,52 triliun selama sepekan lalu. Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 11,60 triliun.


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 akan mencapai 5,1%. Hal ini berdasarkan sejumlah pendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi domestik maupun dari dampak gejolak perekonomian global. Beberapa lembaga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 ini akan berada di angka 5%. Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 ini sebesar 5%.


Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan hari Jumat (27/10). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah sebesar -1,12% ke level 32,417. Indeks S&P 500 juga ikut tertekan -0,48% ke level 4,117, namun indeks Nasdaq Composite mengalami penguatan sebesar -0,38% ke level 12,643.


Di AS, semua perhatian tertuju pada keputusan suku bunga The Fed, dan laporan pasar tenaga kerja diikuti oleh IMP Manufaktur dan Jasa ISM, Lowongan Pekerjaan JOLT, dan pesanan pabrik. Secara internasional, keputusan suku bunga bank sentral di Inggris, Jepang, dan Brasil akan menjadi hal yang paling penting. Tingkat inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Euro akan diikut pelaku pasar pada pekan ini. 


Kinerja reksadana secara harian ditutup bervariasi. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami pelemahan lanjutan sebesar -1,89%, diikuti reksadana campuran yang juga terkoreksi -0,82%, sementara itu reksadana pasar uang diapresiasi sebesar +0,06% dan terakhir reksadana pendapatan tetap yang lanjutkan penguatan sebesar +0,09%. 


Pergerakan dari kinerja Reksadana selama sepekan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu masih berlanjutnya trend pelemahan IHSG dan tekanan net sell dari foreign investor turut membuat reksadana campuran dan saham masih koreksi. Namun kenaikkan yield UST 10Y yang sudah mulai terbatas serta investor asing sudah mulai kembali mengakumulasi SBN (selama sepekan sebesar Rp 2,18 triliun) membuat kinerja reksadana pendapatan tetap mulai pulih. Investor agar lebih wise lagi dalam berinvestasi.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima