Market Menunggu Rapat Suku Bunga Bank Indonesia (BI)

16 Okt 2023

Updates

Market Menunggu Rapat Suku Bunga Bank Indonesia (BI)

Secara mingguan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar +0.56%, namun belum berhasil kembali ke level 7,000, dan tertahan di level 6,926. Penguatan IHSG mingguan didorong oleh tiga sektor, yakni: sektor infra +18% Energy +3%, dan Cyclical +1.3% mengalami lonjakan terbesar, yakni sektor properti dan real estate +1,08%, lalu sektor infrastrukur +3,50% serta sektor consumer siklikal +0,61%. Investor asing secara mingguan tercatat membukukan beli bersih sebesar Rp 49 miliar. 


Di sisi lain, pada pekan ini market akan menunggu rapat Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan, pelaku Pasar meyakini Bank Indonesia masih akan menahan suku bunga acuannya di level 5.75% pada rapat tengah pekan ini.  Sementara itu, dikutip dari Kontan, Neraca perdagangan diprediksi akan kembali mencetak surplus pada September 2023. Meski begitu, surplus neraca perdagangan tidak akan setinggi pada Agustus lalu yang mencapai US$ 3,12 miliar. 


Kinerja bursa saham Amerika Serikat (AS), pada pekan lalu bergerak mixed, Dow Jones naik +0.4% dan ditutup di level 33,670, S&P 500 menguat +0.4% ke level 4,327 dan Nasdaq turun -0.2% ke level 13,407. 


Pelaku pasar menilai, Wall Street akan menghadapi volatilitas yang meningkat menjelang akhir tahun diakibatkan oleh imbal hasil yang meningkat dan harga minyak yang terus naik, ditambah konflik yang terjadi di Timur Tengah. 


Earning Season akan dimulai dengan beberapa kinerja emiten akan sangat diperhatikan oleh pelaku pasar, seperti: Johnson & Johnson, Bank of America, Netflix, dan Tesla. 


Bagaimana pergerakan reksadana dalam sepekan lalu? Kami melihat secara rata-rata kinerja reksadana bergerak mixed, reksadana saham menguat +0.14%, reksadana campuran +0.10%, pendapatan tetap turun tipis -0,04%, dan pasar uang naik tipis +0.01%.  


Pergerakan reksadana di pekan ini akan menunggu beberapa data-data penting seperti dari domestik: Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga, rilis neraca perdagangan. Sementara dari eksternal, pelaku pasar akan melihat view dari ketua The Fed, dengan pertumbuhan PDB China yang akan diramal akan suram.


Reksadana Saham dan Campuran dengan alokasi portfolio berbasis saham, ditinjau dari pergerakan IHSG serta Yield Obligasi Indonesia yang masih naik serta pergerakan Rupiah yang melemah, masih akan menekan kinerja RDS. Hal yang sama juga terjadi pasar obligasi yang menujukkan sinyal bearish divergence. 


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima