Kinerja Reksadana Tetap Solid Ditengah Tekanan Global

1 Jul 2023

Updates

Kinerja Reksadana Tetap Solid Ditengah Tekanan Global

Secara mingguan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan sebesar +0.28% ke level 6,900, pada perdagangan diakhir pekan, hari Jumat (28/07). Penguatan ini sekaligus menempatkan HSG berada diperingkat empat secara ASEAN setelah bursa Vietnam (19,92%), Singapura (3,47%) dan Filipina (0,90%), dimana kinerja IHSG secara YTD sebesar 0,72%. Penguayan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami penguatan terbesar, yakni sektor dasar sebesar +2,35%, sektor energi sebesar +1,69% dan sektor industrial sebesar +0,76%.

 

Saat ini IHSG masih ditradingkan dengan valuasi yang masih relatif menarik, yakni di Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,39x dengan nilai Market Price Book Value (PBV) sebesar 2,00x. Investor asing membukukan penjualan bersih (Net Sell) yaitu sebesar Rp 727 miliar pada perdagangan Jumat (28/07). Namun secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total pembelian bersih (Net Buy) senilai Rp 20,40 triliun. Selama sepekan, risiko kredit Indonesia turun, hal ini bisa dilihat dari premi CDS Indonesia 5Y yang turun dari 81,12 bps per 21 Juli 2023 menjadi 75,89 bps per 27 Juli 2023. Selain itu, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp0,70 triliun terdiri dari jual neto Rp0,30 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp1,00 triliun di pasar saham.

 

 

Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan akhir pekan dihari Jumat (28/07). Indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar +0,50% ke level 35,459. Indeks S&P 500 juga menguat sebesar +0,99% ke level 4,582 dan indeks Nasdaq Composite menguat paling siginifikan sebesar +1,90% ke level 14,316. Inflasi Amerika Serikat (AS) di Juni kembali mendingin. Hal ini menyusul data personal consumption expenditures (PCE) atau pengeluaran konsumsi pribadi di Juni mencatatkan penurunan. Bahkan, secara tahunan tercatat sebagai tingkat terendah dalam hampir dua tahun. Dilansir dari tradingeconomics, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi di Juni, tidak termasuk makanan dan energi, meningkat hanya 0,2% dari bulan sebelumnya.

 

 

Kinerja reksadana secara mingguan juga ditutup bervariasi pada perdagangan diakhir pekan, hari Jumat (28/07), seperti jenis reksadana saham yang mengalami penguatan sebesar +0,19%, diikuti reksadana campuran yang juga juga ikut menguat sebesar +0,42%, sementara itu reksadana pasar uang menguat sebesar +0,08% dan terakhir reksadana pendapatan mengalami pelemahan sebesar -0,04%.

 

Dengan melihat kinerja reksadana secara mingguan, tim riset melihat bahwa ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi, yaitu outlook rating positif yang diperoleh dari Indonesia dari R&I Inc, Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga, serta terus masifnya dana asing yang masuk ke Indonesia seperti selama YTD (Year to Date) dimana nonresiden (asing) beli neto Rp94,52 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp20,40 triliun di pasar saham. Hal ini semua menopang kinerja reksadana tanah air yang cukup apik dan solid. Diharapkan investor Invesnow tidak salah dalam memanfaatkan momentum berinvestasi agar bisa mendapatkan return NAB yang optimal dengan risiko yang terukur.

 

 

#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

 

 

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2023 PT Invesnow Principal Optima