IHSG Sideways, Investor Reksadana Diharapkan Lebih Selektif

19 Sep 2023

Updates

IHSG Sideways, Investor Reksadana Diharapkan Lebih Selektif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan pelemahan sebesar -0,67% dan ditutup ke level 6,936 pada (18/09). Pelemahan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami tekanan terbesar, yakni sektor transportasi dan logistik sebesar -2,05%, lalu sektor consumer siklikal 2,32% serta sektor material dasar -1,73%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 14,02x.


Investor asing membukukan pembelin bersih (Net Buy) sebesar Rp 343 miliar pada perdagangan dihari Senin (18/09). Namun secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 3,76 triliun.


Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Edi Susianto, mengatakan bahwa penawaran masuk dalam lelang perdana Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai 29,86 triliun rupiah, dengan nominal yang dimenangkan sebesar 24,45 triliun rupiah. Jumlah tersebut jauh melampaui target Bank Indonesia di 7 triliun rupiah. Disisi lain Bank Indonesia (BI) menyebut, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal II-2023 mencatat kewajiban neto yang menurun.


Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan dihari Senin (18/09). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar +0,02% ke level 34,624. Indeks S&P 500 bertambah +0,07% ke level 4,453. Dan indeks Nasdaq Composite naik tipis +0,01% ke level 13,710.


Trader sedang menunggu hasil meeting The Fed di bulan September, dengan market melihat The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya pada pertemuannya kali ini, yang tercemin dari hasil survei CME group FedWatch Tool.


Kinerja reksadana secara harian ditutup mayoritas melemah pada perdagangan hari Senin (19/09), seperti jenis reksadana saham yang mengalami pelemahan sebesar -0,58%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut melemah sebesar -0,14%, sementara itu reksadana pasar uang menguat sebesar +0,03% dan terakhir reksadana pendapatan masih tertekan sebesar -0,08%. 


Kinerja reksadana pada hari Senin (18/09) dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: Pasar obligasi masih lanjutkan pelemelemah dalam sepekan terakhir, Government Bond turun sebesar -0,18% ke level 10.009,01. Sentimen dari global terutama dari AS yakni rilis data inflasi yang kembali menguat di level 3,7% yoy pada Agustus (prev: 3,2%), turut membuat kontraksi pada pasar obligasi domestik. Pada pasar saham, investor Invesnow diharapkan dapat lebih selektif lagi dalam memilih reksadana saham. Mengingat IHSG masih bergerak sideways dan faktor penggerak cenderung dominan pada akhir pekan. Sedangkan pada pasar obligasi, pada pekan ini tanggal 20 September besok akan ada lelang SRBI.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima