IHSG Koreksi Sehat, RDS dan RDPT Masih Berada di Tren Positif

22 Nov 2023

Updates

IHSG Koreksi Sehat, RDS dan RDPT Masih Berada di Tren Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian ditutup melemah 0.47% ke level 6,961 pada (21/11) IHSG masih tertahan di level 6,900-an, namun pergerakan saat ini cukup positif karena berada di atas MA200 (6,877). Secara teknikal ada open gap di IHSG (6,879-6,915).


Secara YTD, beberapa sektor big caps masih mengalami tekanan, seperti: Energy (-13%), Finance (-1.2%) dan Technology (-17%). Peluang untuk window dressing masih cukup terbuka ditengah suku bunga yang lebih netral serta kurs Rupiah yang bergerak menguat dalam satu pekan terakhir terhadap USD (+1.1%).


Sementara itu, rencana pemerintah untuk mengebut belanja negara di akhir tahun 2023 akan memberikan sentimen positif ke ekonomi dan pasar modal, hal ini akan terefleksi pada perputaran uang (M2). Pemerintah berencana ada percepatan belanja negara hingga Rp 1.155,7 triliun pada akhir tahun 2023, dari saat ini masih (Rp 1,085 triliun). 


Wall Street ditutup melemah pada (21/11). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 0.18% ke level 35,088. Indeks S&P 500 berkurang -0.20% ke level 4,538 dan indeks Nasdaq Composite minus 0.6% ke level 14,199.


Market menunggu rilis earning dari Nvidia, (ekspektasi earning $3.37 per saham), sementara untuk data ekonomi, investor mengamati beberapa data seperti: durable goods orders, weekly jobless claim dan consumer sentiment. Secara umum dalam dua pekan terakhir pergerakan market cukup positif setelah The Fed lebih bernada Dovish dan struktur suku bunga (pivot di mid-2024 – cut rate 50bps). 


Kinerja reksadana secara harian bergerak melemah secara umum. Seperti jenis reksadana saham melemah 0.11%, reksadana campuran yang terkoreksi tipis -0,08%, sementara itu reksadana pasar uang naik +0,04% dan terakhir reksadana pendapatan tetap kehilangan +0,06%. 


Baik IHSG dan ID10yr bergerak cukup positif dalam dua pekan terakhir, dimana baik IHSG dan ID10yr berada di atas dan dibawah MA200, selama yield 10yr turun maka harga obligasi akan naik, hal ini juga ditambah oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang menguat 1%/wow. Secara korelasi, penguatan Rupiah akan memberikan katalis positif bagi RDS dan RDPT.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima