IHSG Kembali Menguat. Current Account RI Catatkan Angka Defisit

24 Agu 2023

Updates

IHSG Kembali Menguat. Current Account RI Catatkan Angka Defisit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara harian mencatatkan kmebali menguat sebesar +0.07% ke level 6,921 pada perdagangan hari Rabu (23/08). Penguatan IHSG didorong oleh tiga sektor yang mengalami penguatan terbesar, yakni sektor material dasar sebesar +1,63%, sektor transportasi dan logistik sebesar +0,95% dan sektor energi sebesar +0,51%. Saat ini IHSG ditradingkan dengan valuasi Price Earning Ratio (PER) sebesar 25,18x dan nilai Market Price Book Value (PBV) sebesar 1,93x.

 

Setelah beberapa hari investor melakukan aksi profit taking, akhinya investor asing membukukan pembelian bersih (Net Buy) sebesar Rp 585 miliar pada perdagangan hari Rabu (23/08). Jadi secara YTD transaksi investor asing masih tercatat dengan total pembelian bersih (Net Buy) senilai Rp 1,63 triliun.

 

Neraca transaksi (Current Account) berjalan kembali mengalami defisit pada kuartal II-2023, yaitu US$ 1,9 miliar (0,5% dari PDB), setelah terus surplus selama tujuh kuartal atau sejak kuartal III-2021. Defisit tersebut terjadi di tengah penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global serta kenaikan permintaan domestik. Akibat defisit transaksi berjalan itu, neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2023 juga kembali defisit sebesar US$ 7,4 miliar.

 

Wall Street ditutup relatif menguat pada perdagangan hari Rabu (23/08). Dimana indeks Dow Jones Industrial Average kembali melemah sebesar -0,11% ke level 34,464. Indeks S&P 500 menguat sebesar +0,69% ke level 4,400. Dan indeks Nasdaq Composite juga mengalami penguatan lanjutan sebesar +1,56% ke level 13,498.

 

Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (23/8), didorong dari katalis saham Nvidia menjelang rilis kinerja kuartalan perusahaan yang diprediksi lebih bagus oleh pelaku pasar. Pasar saham AS juga tertekan karena imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam 16 tahun setelah data aktivitas bisnis yang lemah dari Amerika Serikat dan zona Eropa. Selain itu, Investor akan mencermati komentar Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Jumat di konferensi Jackson Hole, untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga bank sentral AS.

 

Kinerja reksadana secara harian ditutup mayoritas melemah pada perdagangan hari Rabu (23/08), seperti jenis reksadana saham yang mengalami koreksi sebesar -0,33%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut melemah sebesar -0,17%, sementara itu reksadana pasar uang menguat sebesar +0,02% dan terakhir reksadana pendapatan masih mengalami tekanan lanjutan sebesar -0,19%.

 

Kinerja reksadana pada hari Rabu (23/08) mayoritas melemah. Walau IHSG mengalami penguatan dan investor asing mencatatkan pembelian bersih (Net Buy), namun kinerja reksadana campuran dan reksadana saham mayoritas mengalami tekanan. Begitu juga dengan reksadana pendatan tetap yang masih melemah efek terus naikknya yield UST 10Y Amerika Serikat. Investor diharapan lebih teliti dalam melakukan investasi.

 

#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

 

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima