Diversifikasi Investasimu dengan Reksa Dana Campuran

10 Nov 2022

Blogs

Diversifikasi Investasimu dengan Reksa Dana Campuran

Investasi bukan cuma monopoli mereka yang memiliki dana besar atau tidak terbatas. Pemilik dana minim pun bisa ikut mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk berinvestasi. Salah satu instrumen favorit investor pemula adalah Reksa Dana Campuran.

Sesuai namanya, Reksa Dana ini menggabungkan beberapa instrumen sekaligus, yaitu saham, pendapatan tetap, dan pasar uang. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Reksa Dana Campuran? Mengapa kamu perlu melakukan diversifikasi investasi lewat Reksa Dana ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Pengertian Reksa Dana Campuran

Reksa Dana ini merujuk pada besaran nilai minimum investasi yang dialokasikan pada tiap instrumen, yaitu 79% yang meliputi campuran instrumen pasar uang, pendapatan tetap, maupun saham. Jadi, bobot tiap aset tidak boleh melebihi 79% total portofolio Reksa Dana Campuran.

Karena jenis instrumennya beragam, fleksibilitas Reksa Dana ini terbilang tinggi, terutama untuk beralih dari satu instrumen ke instrumen lain. Dengan begitu, investor bisa menyesuaikan dengan kondisi pasar sehingga potensi hasil investasi dapat dioptimalkan.

Contoh, saat pergerakan pasar saham sedang buruk, porsi investasi Reksa Dana pada saham dapat dialihkan ke instrumen pasar uang atau obligasi. Maka, besar kerugian yang ditanggung investor relatif kecil karena instrumen investasinya sudah terdiversifikasi ke beberapa tempat.

Macam Reksa Dana Campuran

Dengan karakter seperti disebutkan di atas, komposisi portofolio Reksa Dana campuran bisa beragam. Maka, Reksa Dana ini dikelompokkan lagi sesuai komposisi portofolio yang dimiliki, yaitu:

  1. Konservatif
    Alokasi investasi lebih diarahkan pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang daripada saham.
  2. Moderat
    Komposisi portofolio Reksa Dana campuran moderat terbilang seimbang antara ketiga jenis instrumen: pasar uang, saham, dan pendapatan tetap.
  3. Agresif
    Seperti sebutannya, alokasi investasi reksa dana ini didominasi instrumen saham daripada pendapatan tetap dan pasar uang.


Siapa yang Cocok Membeli Reksa Dana Campuran? Setelah kamu tahu hal-hal penting terkait Reksa Dana campuran, jelas bahwa Reksa Dana jenis ini mempunyai risiko lebih tinggi daripada Reksa Dana pendapatan tetap. Artinya, jika kamu masih berstatus investor pemula, sebaiknya tunda dulu mengambil Reksa Dana Campuran. Investor dengan profil risiko moderat menuju agresif lebih sesuai menggunakan Reksa Dana ini. Apalagi, jika sudah memiliki tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang atau melebihi tiga tahun.


Hasil investasi tentu saja akan lebih besar daripada Reksa Dana Pendapatan Tetap. Namun, akan berbanding lurus dengan risiko yang tinggi pula. Meski sepadan dengan hasilnya, kamu tetap perlu mempertimbangkan masak-masak pengalaman dan modal yang dimiliki.

Boleh dibilang, Reksa Dana jenis ini adalah opsi tepat untuk investor yang belum berminat investasi di Reksa Dana Saham. Plus, sebagai alternatif bagi investor yang hendak mengoptimalkan imbal hasil dalam segala kondisi pasar.

Ibarat keranjang berisi telur, Reksa Dana Campuran merupakan upaya diversifikasi investasi dengan menempatkan telur di keranjang berbeda. Saat ada telur yang pecah, telur lain masih aman karena tidak berada dalam keranjang yang sama. Demikian pula dengan Reksa Dana Campuran.

Manfaat Mengambil Reksa Dana Campuran

Dibandingkan jenis Reksa Dana lainnya, Reksa Dana campuran mempunyai beberapa manfaat yang dapat dinikmati oleh investor. 

  1. Modal awal investasi cukup terjangkau, mulai Rp10.000 saja.

  2. Tergolong fleksibel karena bisa mengoptimalkan hasil investasi mengikuti kondisi pasar.

  3. Dikelola secara profesional oleh manajer investasi berbekal pengalaman dan keahlian dalam Reksa Dana.

  4. Berpotensi meraih keuntungan lebih besar mengikuti perkembangan Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana.

  5. Waktu investor lebih efisien karena tidak usah pusing mengurus administrasi dan analisis investasi.

  6. Diversifikasi investasi karena dana diinvestasikan ke dalam beberapa instrumen berbeda.

  7. Mudah dicairkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dan dilakukan pada hari bursa.

  8. Perkembangan NAB dan data kepemilikan dapat dipantau secara transparan.

  9. Tidak mengalami pengenaan pajak karena Reksa Dana bukan produk perbankan.

Risiko Berinvestasi pada Reksa Dana Campuran  Sama seperti tidak ada satu pun instrumen yang sempurna, reksa dana campuran juga punya risiko tersendiri. Kamu tidak bisa menghindari risiko ini, tetapi dapat mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan jika mengalami hal tersebut. 

Beberapa risiko yang dimaksud antara lain:

  1. Penurunan nilai unit penyertaan karena beberapa faktor, seperti harga efek portofolio turun, kondisi force majeur, dan adanya wanprestasi dari pihak penerbit surat berharga.

  2. Risiko yang timbul akibat isu ekonomi dan politik serta perubahan peraturan.

  3. Risiko akibat pembubaran dan likuidasi.

  4. Tidak adanya jaminan dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) karena Reksa Dana campuran bukan produk perbankan, melainkan produk pasar modal. 

Satu lagi, walaupun Reksa Dana Campuran tidak dijamin LPS, pengelolaan dana investasinya diatur dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, penting bagimu untuk cermat memilih siapa manajer investasi, bank kustodian, maupun APERD yang menawarkan Reksa Dana. Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi mencari tahu mana Reksa Dana yang tepat. Invesnow hadir sebagai APERD berlisensi OJK sejak 2017 dan telah bekerja sama dengan 21 manajer investasi terverifikasi. Saat ini terdapat 108 produk Reksa Dana terdaftar yang disediakan sehingga investor bisa memilih mana yang paling sesuai profil risiko masing-masing. Jangan tunda lagi, mulai berinvestasi sekarang bersama Invesnow!

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima