Data Ketengakerjaan AS Kuat, Kinerja Reksadana Masih Tertekan

9 Okt 2023

Updates

Data Ketengakerjaan AS Kuat, Kinerja Reksadana Masih Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan masih mencatatkan lanjutan pelemahan sebesar -0,74% dan ditutup di level 6,888 pada hari Jumat (06/10). Pelemahan IHSG ditekan oleh tiga sektor yang mengalami koreksi terbesar, yakni sektor energi -5,79%, lalu sektor industrial -3,49% serta sektor Industri dasar -3,02%. Saat ini IHSG ditradingkan kembali dengan valuasi menarik, Price Earning Ratio (PER) sebesar 13,67x.


Sejalan dengan koreksinya IHSG, Investor asing berbalik arah dan membukukan penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 326 milia secara mingguan. Sehingga secara Year to Date (YTD) transaksi investor asing masih tercatat dengan total penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 5,24 triliun.


Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2023 tetap tinggi sebesar 134,9 miliar dolar AS, meski menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2023 sebesar 137,1 miliar dolar AS. Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah.


Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan dihari Kamis (05/10) berbalik arah walau kemarin sempat rebound. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah tipis sebesar -0,03% ke level 33,119. Indeks S&P 500 juga terkoreksi -0,13% ke level 4,258 dan indeks Nasdaq Composite juga turun -0,12% ke level 13,219.


Data tingkat ketenagakerjaan (Nonfarm Payrolls) AS meningkat sebesar 336 ribu pada bulan September 2023, mengalahkan perkiraan pasar sebesar 170 ribu. Angka ini merupakan perolehan lapangan kerja terkuat dalam delapan bulan terakhir. Sementara itu, Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) meningkat sebesar 2.000 menjadi 207.000 (dibawah perkiraan pasar) pada pekan yang berakhir tanggal 30 September. Serta, Jumlah lowongan pekerjaan (Job Opening) meningkat sebesar 690.000 dari bulan sebelumnya menjadi 9,61 juta pada bulan Agustus 2023, jauh di atas konsensus pasar.


Kinerja reksadana secara mingguan bergerak mayoritas bergerak melemah. Seperti jenis reksadana saham yang mengalami koreksi culup dalam sebesar -1,33%, diikuti reksadana campuran yang juga ikut tertekan -1,17%, sementara itu reksadana pasar uang terapresiasi sebesar +0,06% dan terakhir reksadana pendapatan masih lanjutkan trend pelemahan sebesar -0,51%.


Kinerja reksadana secara mingguan dari 02 sampai 06 Oktober dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah makin dalamnya koreksi sektor energi serta aksi Net Sell investor asing masih menekan IHSG. Pergerakan yield UST 10Y AS sudah mulai terbatas, dengan begini ada sedikit harapan untuk fixed incomed, walau potensi kenaikkan yield SBN 10Y masih ada. Ditambah faktor global, yakni perang antara Hamas Palestina dan Israel, kami menghimbau agar investor bersikap Risk Averse.


#InvesNowCuanLater  #BigDreamStartNow

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo
ojk
ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2024 PT Invesnow Principal Optima