Waspada Pekan Ini Pasar Terlihat Kurang Sumringah

13 Jun 2022

Updates

Waspada Pekan Ini Pasar Terlihat Kurang Sumringah

Domestik


Gairah pasar kembali menurun. Penutupan pekan kemarin pasar Indonesia cukup tertekan dan sepertinya akan berlanjut pada pekan ini.


Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya menutup perdagangan akhir pekan di zona merah dan melemah 1,34% ke level 7.086. Begitupun dengan rupiah, Sepanjang pekan kemarin pelemahannya melawan dolar Amerika Serikat (AS) tercatat sebesar 0,8% ke Rp 14.550/US$. SBN juga mengalami hal serupa, Mayoritas yield Surat Berharga Negara mengalami kenaikan. Pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga obligasi. Ketika yield naik artinya harga turun. Ketika harga turun, artinya ada aksi jual.


Kasus Covid 19 kembali menarik perhatian. Terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan, tercatat ada sekitar 574 kasus baru. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kenaikan kasus tersebut diakibatkan varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Varian tersebut yakni Omicron BA.4 dan BA.5.


International


Jumat lalu data inflasi AS keluar dan cukup mengkhawatirkan. Inflasi berdasarkan consumer price index (CPI) pada Mei 2022 melesat 8,6% year-on-year (yoy). Artinya lebih tinggi dari inflasi yang sebelumnya dan merupakan yang tertinggi sejak tahun 1981. Inflasi inti naik 6% yoy. Kontribusi inflasi tertinggi adalah dari kenaikan harga energi yang 3,9% dari bulan sebelumnya.


Harga minyak mentah yang terus meningkat juga dapat mempengaruhi peningkatan inflasi. Pemerintah AS akan menaikan suku bunga demi meredam inflasi.Tentu saja dampaknya sangat signifikan pada ekspansi dunia usaha dan konsumsi rumah tangga. Akibatnya ekonomi semakin melambat dan resesi semakin di depan mata. Rencananya The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter Kamis ini. 


Strategi Putin dan Bank Sentral Rusia untuk meredam penguatan Rubel masih belum berhasil. Hal ini tentu sangat merugikan Rusia. Semakin kuat nilai tukar maka defisit anggaran negara akan semakin besar. Begini solusi Putin, kebijakan capital control mulai dilonggarkan. Perusahaan Rusia yang sebelumnya diwajibkan mengkonversi valuta asingnya sebanyak 80% menjadi rubel, kini dikurangi menjadi 50%.


Download lengkapnya Daily Update dan Kinerja Reksa Dana di sini

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2022 PT Invesnow Principal Optima