Reksa Dana Pasar Uang VS Deposito, Lebih Untung Mana?

14 Jun 2022

Blogs

Reksa Dana Pasar Uang VS Deposito, Lebih Untung Mana?

Bingung memilih antara Reksa Dana Pasar Uang atau deposito? Pelajari apa saja kelebihan masing-masing sebelum memutuskan berinvestasi. 


Setiap investasi dilakukan untuk tujuan keuangan tertentu. Jika kamu sudah mengetahui apa yang ingin dicapai lewat investasi, pasti lebih mudah menentukan instrumen yang sesuai. Nah, untuk tujuan jangka pendek maupun dana darurat, investasi Reksa Dana Pasar Uang dan deposito kerap muncul sebagai pilihan.

Kedua instrumen investasi ini sama-sama punya kelebihan masing-masing sehingga tidak ada pilihan benar atau salah. Hanya saja kamu perlu mempertimbangkan satu hal, yaitu mana yang lebih menguntungkan. Mari cermati ulasan berikut.

Perbedaan Reksa Dana Pasar Uang dan Deposito


Orang awam berpandangan bahwa deposito adalah investasi paling mudah dikelola dan dilakukan. Namun, karena risiko rendah, otomatis imbal hasil yang diperoleh tidak begitu besar. 

Saat membandingkan kedua instrumen tersebut, keduanya memiliki perbedaan besar pada jenis investasi. Reksa Dana Pasar Uang merupakan turunan produk Reksa Dana. Deposito bagian dari produk perbankan. Sementara itu, perbedaan lain dari keduanya adalah: 

1.Besar modal awal


Selama ini, investasi identik dengan modal awal yang besar. Anggapan itu tidak benar karena sekarang berinvestasi pun dapat dilakukan meski bujet terbatas. Reksa dana pasar uang diminati investor pemula karena bisa diawali dengan dana mulai Rp10.000 saja. Jumlah yang ramah di kantong, bukan?

Bandingkan dengan modal awal deposito yang terbilang besar. Rata-rata produk perbankan ini mewajibkan nasabahnya menyetor dana mulai Rp1 juta untuk membuka deposito di bank tertentu.

2.Waktu jatuh tempo


Jika ingin investasi jangka panjang, deposito boleh jadi pilihanmu. Mengapa demikian? Untuk proses pencairan dana, kamu perlu menunggu tenor atau waktu jatuh tempo dahulu. Sebagian besar deposito menawarkan tenor mulai satu hingga 24 bulan. Makin besar nominal dan makin lama jatuh temponya, makin besar imbal hasil yang kamu peroleh. 

Sementara itu, Reksa Dana Pasar Uang dapat dicairkan pada hari bursa atau Senin sampai Jumat. Tidak ada biaya penalti yang dikenakan karena imbal hasil Reksa Dana hanya dihitung setiap hari bursa. Sebaliknya, jika kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, kamu bisa terkena biaya penalti berupa pemotongan nilai pokok dan bunga deposito. 

3.Proses pengajuan dan pencairan


Untuk membuka deposito, otomatis kamu perlu mempunyai rekening tabungan di bank yang sama. Begitu pula saat proses pencairan, kamu diwajibkan datang langsung ke bank dan memprosesnya sendiri. 

Namun, saat kamu berinvestasi Reksa Dana Pasar Uang di APERD online seperti Invesnow, cukup pakai rekening yang sudah ada. Proses pengajuan dan pencairan nilai investasi pun bisa dilakukan secara online. Lebih mudah kan?

4.Tingkat return atau imbal hasil


Harus diakui, mempunyai deposito unggul dalam segi imbal hasil yang bersifat tetap. Kembali lagi pada tujuan keuanganmu, untuk mendapatkan uang tambahan secara rutin, deposito bisa jadi pilihan. Biasanya, bunga deposito akan ditetapkan pada saat membuka deposito. 

Hal sebaliknya terjadi pada Reksa Dana Pasar Uang. Besaran imbal hasil yang didapat tidak dapat ditentukan di awal karena perhitungannya mengikuti grafik kinerja Reksa Dana. Namun, kinerja Reksa Dana di pasar uang cenderung positif sehingga potensi imbal hasil yang didapat relatif lebih besar daripada deposito. 

5.Pajak


Sebagaimana produk perbankan lainnya, pada deposito berlaku pajak bunga sebesar 20% atas imbal hasil yang diperoleh. Jumlah ini tergolong besar, terlebih jika kamu bandingkan dengan besaran return yang diperoleh. Pendek kata, kamu harus benar-benar cermat membayar deposito sampai waktu jatuh tempo tiba agar bisa mendapatkan hasil maksimal.

Urusan pajak tidak berlaku pada Reksa Dana karena bukan merupakan objek pajak.  Jangan lupa juga untuk melaporkan keuntungan investasi Reksa Dana dalam laporan SPT tahunan, ya. 


Mana Lebih Menguntungkan?


Jadi, mana lebih menguntungkan antara Reksa Dana Pasar Uang VS Deposito? Sama seperti semua jenis investasi, apa pun pilihan kamu mari tinjau lagi tujuan keuangan yang ingin dicapai. Hindari berinvestasi semata karena tidak ingin ketinggalan tren, sedangkan kamu tidak tahu apa yang dituju. 
Selain tujuan keuangan, fokus pada waktu jatuh tempo bisa jadi pertimbangan. Untuk investasi jangka panjang, deposito boleh dicoba karena kamu tidak boleh mencairkan dana sesuka hati di luar tenor yang ditetapkan.

Untuk investasi yang fleksibel, jatuhkan pilihan pada Reksa Dana Pasar Uang. Kapan pun kamu butuh, jika dirasa sudah mencukupi, kamu dapat mencairkan reksa dana pada hari bursa. 

Kedua instrumen investasi ini juga sama-sama aman. Deposito masuk dalam daftar produk perbankan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sedangkan pengelolaan Reksa Dana oleh manajer investasi ada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 


Mana pun yang kamu pilih, selalu cek legalitas penyelenggara investasi. Waspada itu harus karena ini berkaitan dengan dana yang kamu setorkan untuk dikembangkan kemudian.

Untuk mencoba Reksa Dana Pasar Uang, kamu bisa menemukannya di Invesnow. Sebagai APERD berlisensi OJK sejak 2017, Invesnow menawarkan kemudahan berinvestasi sesuai profil risiko, dan keamanan terjamin. Terlebih lagi, saat ini Invesnow telah berpartner dengan 25 manajer investasi terverifikasi dan menyediakan 128 produk Reksa Dana terdaftar. 

Jadi, mulai investasi Reksa Dana sekarang bersama Invesnow!

floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2022 PT Invesnow Principal Optima