Pasar Masih Wait and See ,IHSG Diprediksi Melanjutkan Pelemahan

14 Jun 2022

Updates

Pasar Masih Wait and See ,IHSG Diprediksi Melanjutkan Pelemahan

Domestik

IHSG melemah di awal pekan ini. Setelah sempat melemah lebih dari 2% akhirnya IHSG berlabuh di 6.995,42 atau koreksi 1,29%. Penyebab IHSG berantakan adalah isu eksternal yaitu laooran inflasi AS yang tinggi membuat gerakan hawkish dari The Fed yang dikhawatirkan akan berdampak bagi pasar Indonesia. Kemarin ada 6 emiten di bursa saham Indonesia yang ARB sehingga menarik pergerakan IHSG kebawah. 

Kasus Covid di Indonesia kian bertambah. Kemarin kasus harian mencapai 591 kasus lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan prokes walaupun aturan pemakaian masker sudah dilonggarkan. G20 yang akan di laksanakan di Indonesia diharapkan akan membawa berita baik untuk perkenomian nasional. 

Sementara itu, neraca perdagangan di prediksi mengalami surplus yang mengecil. Hal ini adalah dampak dari larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) pada bulan Mei. 

Hari ini IHSG di prediksi akan melanjutkan pelemahan dikarenakan para pelaku pasar masih wait and see dengan keputusan The Fed pekan ini. 

International


Belum selesai polemik inflasi AS sudah cukup mengganggu stabilitas ekonomi,harga BBM di AS melonjak ke US$5/galon pada pekan lalu, semakin membuat jatuhnya kepercayaan konsumen.  Berbagai hal ini membuat AS semakin dekat dengan resesi. Pelemahan ekonomi tidak hanya terjadi di AS, banyak negara yang berangsur mengalami resesi. Tetapi yang sangatberdampak adalah resesi AS. Salah satu penyebabnya adalah perang Rusia dan Ukraina. Menurut Bank Dunia resiko dari stagflasi cukup besar dan adanya konsekuensi yang berpotensi mengganggu stabilitas bagi ekonomi yang berpenghasilan rendah dan menengah. 

Angka kenaikan kasus Covid di Beijing semakin bertambah , pasar mengkhawatirkan China kembali akan melakukan lockdown dan akan semakin memperburuk stabilitas ekonomi dunia. 

Imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah Jepang atau Japanese Government Bond (JGB) bertenor 10 tahun naik 0,5 basis points (bps) menjadi 0,255%.

Download lengkapnya Daily Update dan Kinerja Reksa Dana di sini
floating-whatsapp

Siap untuk menumbuhkan
uang di masa depan?

Perjalanan Investasimu Dimulai Sekarang

logo ojk

Newsletter

Segarkan wawasan investasi Anda setiap harinya
dengan berita-berita financial dari newsletter kami.

© 2022 PT Invesnow Principal Optima